Partai dan Caleg Tekan Dana Kampanye; Spanduk dan Baliho Bukan Cara Efektif

logo-pemilu1

Rabu, 28 Januari 2009 | 15:14 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/28/15141185/partai.dan.caleg.tekan.dana.kampanye

Yogyakarta, Kompas – Untuk menekan dana kampanye, sejumlah strategi dilakukan partai maupun para caleg, misalnya memasang foto sejumlah caleg dalam satu baliho atau tidak mencetak banyak atribut. Partai-partai dan caleg tak mau memforsir uang guna kampanye.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantul, misalnya, menerapkan kampanye menggunakan atribut bersama. Semua foto caleg PKS dari daerah pemilihan (dapil) tertentu cukup di satu baliho. Semangat yang ditonjolkan adalah mengedepankan partai.

“Lebih baik kampanye bersama karena irit. Selain itu, untuk kampanye bersama, ada bantuan dana dari partai. Metode kampanye paling efektif justru kunjungan ke rumah-rumah warga,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Bantul Arif Haryanto, Selasa (27/1). Jika PKS memfasilitasi calegnya, walaupun tak banyak, para caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Merdeka mengeluarkan uang sendiri. Caleg yang kondisi keuangan pribadinya tak memungkinkan mendapat dukungan relasi.

Imam Samroni, misalnya. Caleg DPRD DIY dapil Sleman dari Partai Gerindra yang bekerja sebagai peneliti lepas ini terang-terangan mengaku tidak punya uang. Pengeluaran kampanye dia nyaris semua disokong relasi-relasi, beberapa di antaranya pengusaha lokal.

“Jika saya terpilih, perjanjian dengan mereka seperti barter program. Maksudnya, program-program saya mesti bersentuhan dengan kepentingan mereka. Bagi saya, itu wajar. Sedangkan jika saya nggak terpilih, mereka ikhlas kehilangan duit,” tutur Imam.

Tak mau boros
Untuk urusan kampanye, caleg juga tidak mau boros pengeluaran. Menurut Faroki Syayidi, caleg Partai Merdeka Dapil II Bantul, tidak terlalu banyak mengalokasikan dana. Sebagai partai kecil, ia sadar amunisinya jelas kalah jauh dibandingkan dengan partai besar.

Faroki dan Imam menyiasati keterbatasan dana dengan kampanye langsung ke konstituen lewat komunitas. Faroki biasa datang ke kumpulan jemaah dan komunitas hobi seperti tenis. Imam menggencarkan program-program pendampingan ke warga. Imam juga tidak mau membuat banyak kaos dan spanduk.

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PKB DIY Sukamto yang merupakan caleg DPRD DIY juga merogoh kocek sendiri. “Tidak sampai Rp 100 juta. Untuk apa berlebihan, malah jadi beban,” katanya. Disadari, menjadi caleg mesti juga bersiap dengan risiko kalah.

Sukamto bisa menekan pengeluaran karena tidak membuat baliho maupun poster. Cara tersebut dipandang kurang efektif untuk menyentuh warga. Karena itu, dana lebih banyak digunakan untuk konsumsi acara tatap muka. Ia menargetkan 100 kali pertemuan bersama warga dengan dana sekitar Rp 600.000 per pertemuan. (RWN/ENY/PRA)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

2 responses to “Partai dan Caleg Tekan Dana Kampanye; Spanduk dan Baliho Bukan Cara Efektif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: