20 Partai politik terancam sanksi

dpc-sleman-web

Senin, 19 Januari 2009 09:30:17

http://harianjogja.com/web2/beritas/detailberita/390/20-partai-politik-terancam-sanksi-

SLEMAN: Sejumlah partai politik (parpol) peserta pemilu di Sleman terancam bakal dicoret sebagai peserta pemilu. Hal itu terjadi jika sampai batas waktu yang ditetapkan, parpol yang bersangkutan belum melaporkan melaporkan dana kampanye dan rekening partai. KPUD Sleman dapat membatalkan parpol yang membandel sebagai peserta Pemilu 2009.
Sesuai aturan, parpol peserta pemilu wajib memberikan laporan awal dana kampanye pemilu dan rekening khusus dana kampanye kepada KPUD Sleman. Laporan tersebut harus sudah diterima paling lambat tujuh hari sebelum hari pertama jadwal pelaksanaan kampanye dalam bentuk rapat umum dimulai, yakni sebelum 9 Maret 2009 mendatang. Saat itu, seluruh parpol peserta pemilu di Sleman harus sudah memberikan laporan.

Jika tidak ada laporan, maka KPUD Sleman akan menegakkan sanksi dengan membatalkan parpol tersebut sebagai peserta pemilu di Sleman. Penegasan tentang aturan bagi parpol itu disampaikan Hazwan Iskandar Jaya, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Humas dan Data Informasi KPUD Sleman pekan lalu.

“Aturan mengenai dana kampanye ini memang cukup ketat, karena punishment atau sanksi yang diberlakukan juga cukup tegas. Kami minta agar pengurus parpol mencermati bagian dana kampanye pemilu, mulai Pasal 129 sampai 140 Undang-undang Pemilu. Semua aturan mengenai dana kampanye telah jelas dirumuskan dalam UU,” tandas Hazwan.

Lebih jauh hazwan mengatakan, hingga pekan kedua bulan Januari, dari 35 partai politik seperta pemilu yang terdaftar di Sleman, baru 15 parpol yang telah menyetorkan laporan rekening dana kampanye ke KPUD Sleman. 15 parpol tersebut adalah Partai Hanura, PPPI, Gerindra, PKS, PNI Marhaenisme, PKP, PMB, PDK, RepublikaN, Golkar, PPP, PDS, Demokrat, PIS, dan PKNU. Sedangkan 20 parpol lain belum menyerahkan laporan dan rekening dana kampanye ke KPUD Sleman.

“Mengingat sanksi yang diberikan cukup berat, maka kami mengimbau kepada pengurus parpol yang belum menyerahkan laporan awal dana kampanye dan rekening untuk sesegera mungkin menyerahkan kepada KPUD. Hal ini sebagai bentuk transparansi pemilu yang jujur dan adil serta bermartabat,” ujar Hazwan yang juga seorang budayawan.

Menanggapi adanya sanksi pencoretan, ketua DPC PDIP Sleman, G. Totok Hedi Santoso saat dikonfirmasi Harian Jogja
menyatakan, PDIP sudah melakukan pendaftaran sekitar dua bulan yang lalu, namun hingga kini pihaknya belum menerima bukti pendaftaran. Ditambahkan Sekretaris DPC PDIP Sleman, Andre, PDIP sudah jauh hari mendaftarkan dan melaporkan rekening dana kampanye.

“Kami bahkan ditemui langsung oleh Ketua KPUD Sleman, Djajadi,” ujarnya. Ia meminta agar KPUD Sleman membuka kembali file data dan bukti pembayaran, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman prosedur yang akan berakibat fatal bagi kesiapan kampanye di tubuh PDIP Sleman. (Harian Jogja Cetak)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: