Modal Asing Mesti Dibatasi

Rabu, 11 Pebruari 2009

sekjen12

http://www.partaigerindra.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1702&Itemid=37

Masuknya investor asing ke semua sector bisnis di Indonesia mendapat perhatian serius dari Partai Gerindra. Partai yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden menghendaki agar modal asing dibatasi khususnya tidak boleh masuk ke sektor bisnis yang strategis.

“Sektor-sektor usaha strategis harus dikelola sendiri, sudah saat kita memperkuat BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk menggerakan ekonomi nasional,” ujar Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra dalam diskusi mingguan yang digelar di Gerindra Media Centre, Jakarta, Rabu (11/2). Selama ini, menurutnya, dengan privatisasi, perusahaan Negara dituntut untuk menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan abaikan aspek social.

Sementara itu, pengamat ekonomi-politik Revrisond Baswir yang menjadi narasumber dalam diskusi yang diikuti sekitar 40 wartawan tersebut juga mengkritisi kebijakan privatisasi BUMN. “Privatisasi BUMN harus segera dihentikan. Yang perlu dilakukan adalah debirokratisasi dan demokratisasi BUMN,” ujar dosen Fakultas Ekonomi UGM ini.

Menurutnya, debirokratisasi BUMN bisa dilakukan dengan membentuk badan otonom pengembangan BUMN. Sedangkan demokratisasi BUMN dapat dilakukan dengan memberikan hak kepemilikan saham atau sekurang-kurangnya hak suara yang signifikan kepada serikat pekerja dalam proses pengambilan keputusan.

Revrisond juga mengidealkan system ekonomi yang berkedaulatan rakyat yakni demokrasi ekonomi sebagaimana sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa kita dalam pasal 33 UUD 1945. “Dalam pasal 33 secara jelas menyebutkan system ekonomi kita yang mengutamakan kemakmuran rakyat, bukan kemakmuran orang perorang,” jelas Revrisond.

Konsep ekonomi dalam UUD 45 itu, menurut Revrisond, digagas untuk mengoreksi sistem ekonomi kolonial. Ia mengingatkan bahwa kekuatan kolonial (asing) tidak akan pernah rela Indonesia mengoreksi kedudukan ekonomi nasional dalam perdagangan internasional. Karena itu berbagai upaya telah dilakukan termasuk dengan mendorong kebijakan privatisasi terhadap BUMN sehingga mereka dapat kembali menguasai asset ekonomi Indonesia.

“Dalam 64 tahun setelah merdeka, perekonomian kita bukan saja gagal mengoreksi ekonomi colonial tapi justru semakin canggih terperosok dalam system neo-kolonial,” tandas Revrisond.

Dulu jaman kolonial, lanjutnya, rakyat kita menjadi kuli di negeri sendiri. “Sekarang kondisinya lebih parah, rakyat kita sudah bukan kuli di negeri sendiri tapi kuli di Negara lain sebagai TKI.” (GMC)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: