Etika Politik

Bakti, No. 213-TH.XVIII-MARET 2009, hal. 6
majalah-bakti

Dalam UU Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD dalam pasal 1 ayat 1 dijelaskan bahwa Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, maka Pemilu dimaksud akan diselenggarakan tanggal 9 April 2009. Seluruh perangkat mulai tingkat pusat sampai tingkat Desa, termasuk Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) sebagai perangkat baru, telah siap. Kecuali KPPS, yang akan dibentuk pada pertengahan Maret 2009. Pada Pemilu tahun 2009 ini, akan dipilih sekitar 16.000 anggota DPRD tingkat Kabupaten/Kota, lebih 1.750 anggota DPRD tingkat Propinsi, 553 orang anggota DPR-RI dan lebih 200 orang anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) untuk menduduki kursi di DPR-RI.
Untuk calon legislatif (caleg) tingkat DPRD Kabupaten/Kota, telah terdaftar lebih 100.000 orang, sekitar 30.000 orang untuk caleg DPRD Propinsi, 11.868 untuk caleg tingkat DPR-RI dan 1.127 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari 33 Propinsi. Mereka akan memperebutkan kursi legislatif mewakili daerah masing-masing.

Selain itu, sekalipun pemilihan pemimpin nasional (Presiden-Wakil Presiden) diselenggarakan pada bulan Juli 2009, masing-masing partai juga telah mempersiapkan calonnya. Di samping tentu saja, sejumlah calon perseorangan atau independen, yang menawarkan diri untuk dicalonkan oleh partai politik. Namun, calon Presiden-Wakil Presiden, hanya dapat maju sebagai calon, jika didukung oleh partai politik yang memperoleh suara minimal 20% di tingkat pusat pada Pemilu legislatif tanggal 9 April 2009.

Calon legislatif, sudah memulai kampanye (secara tertutup dan umumnya dalam format sosialisasi) dan berakhir 15 Maret 2009. Mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 5 April 2009, akan dilanjutkan dengan kampanye terbuka. Dalam kampanye (tertutup-terbuka), polanya lebih kurang hampir sama seperti tahun 2004.

Bedanya, seluruh anggota dewan yang terpilih ditetapkan berdasar perolehan suara, maka masing-masing caleg lebih menonjolkan dirinya sendiri dan bahkan “meninggalkan” partainya. Etikanya juga di dasarkan pada kriteria pembenaran masing-masing.

Sedangkan untuk calon Presiden-Wakil Presiden, belum dimulai. Mengapa?. Ya karena belum waktunya. Di samping itu, mereka juga harus memastikan terlebih dahulu apakah partainya atau partai politik yang akan mengajukan dirinya,  berhak mengajukan calon tersendiri atau tidak. Menurut UU, partai yang berhak mengajukan calon adalah yang memperoleh minimal 20% suara.

Tapi, para calon tersebut mulai diperkenalkan dalam kampanye partai melalui berbagai media. Calon-calon perseorangan, secara implisit juga mulai memperkenalkan diri kepada khalayak. Semua calon atau yang mengajukan diri untuk di calonkan, perkenalan dilakukan melalui berbagai cara, baik terang-terangan atau tertutup.

Pada format lain dengan cara saling mengkritik agar mendapatkan perhatian massa. Ini wujud kampanye dengan mendasarkan pada kriteria etika masing-masing.

Atau bentuk lain yang dilakukan oleh calon atau oleh kader-kadernya.

Tujuan utama adalah untuk membesarkan nama calon dan menciptakan daya tarik sebagai orang yang paling pantas untuk menduduki jabatan tersebut. Polanya berpijak pada isu kemampuan membawa bangsa meningggalkan keterbelakangan atau menuju Indonesia yang lebih sejahtera.

Oleh karena caleg (juga capres-cawapres) menganut etika politik sesuai pembenaran masing-masing, maka masyarakatlah yang harus berpola pikir dan bertindak arif. Jumlah caleg sangat banyak, kursi yang “diperbutkan” sedikit, sehingga ada upaya maksimal untuk mendapatkannya. Demikian pula calon Presiden-Wakil Presiden. Sekalipun jumlahnya hanya beberapa saja, tapi yang mereka ingin raih hanya satu kursi saja.  Sekalipun mungkin bertentangan dengan nurani, kitalah yang harus memahami secara arif tentang etika politik yang mereka jalankan. ***

Muslih Usa

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: