KPU Perlu Bantuan RT/RW; Diperkirakan Banyak Surat Suara Tidak Sah

Kamis, 5 Maret 2009 | 15:30 WIB

kompas-cetak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/05/15303844/kpu..perlu.bantuan..rt/rw

Yogyakarta, Kompas – Sejumlah akademisi memperkirakan pemilu tahun ini akan berlangsung kisruh. Untuk memperkecil potensi terjadinya kisruh, Komisi Pemilihan Umum perlu memaksimalkan sosialisasi dengan memanfaatkan struktur pemerintahan sampai tingkat terendah.

“Bagaimanapun petugas pemerintahan sampai tingkat desa dan dusun serta RT/RW adalah instrumen paling kuat untuk menjangkau warga masyarakat,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada, Bambang Purwoko, Rabu (4/3) di Yogyakarta.

Potensi terjadinya kekisruhan ini besar karena mekanisme pemberian suara yang makin rumit namun tidak dibarengi dengan sosialisasi yang memadai. Akibatnya, diduga akan banyak kertas suara yang tidak sah. Prediksi ini diperkuat oleh tingkat kesalahan dalam simulasi pemberian suara mencapai sekitar 50 persen.

Untuk meminimalkan kesalahan, lanjut Bambang, KPU perlu segera menggenjot sosialisasi pemilu. “Selain melalui media, sosialisasi yang paling efektif dengan menggandeng struktur pemerintahan sampai di tingkat paling bawah,” ujarnya.

Sosiolog dari Universitas Negeri Yogyakarta, Sugeng Bayu Wahyono, menyatakan, sosialisasi dengan memanfaatkan struktur pemerintahan hingga ke tingkat yang paling bawah merupakan sosialisasi yang paling efektif. Pasalnya, para kepala wilayah mempunyai akses lebih luas terhadap warganya dibandingkan dengan anggota KPU. “hal ini mudah saja, kan. KPU tinggal minta bantuan kepada pemerintah daerah,” katanya.

Sasaran tembak
Sugeng menuturkan, mengingat waktu yang tersisa tinggal sekitar 40 hari, KPU perlu bertindak cepat. Pemilu yang kisruh hanya akan menempatkan KPU sebagai sasaran tembak kemarahan para pendukung partai politik yang merasa dirugikan.

Menilik kerumitan dan minimnya sosialisasi, tambah Sugeng, parpol yang akan dirugikan pada pemilu tahun ini diperkirakan adalah parpol dengan basis pendukung dari golongan ekonomi menengah ke bawah dan kurang terdidik seperti Partai Golongan Karya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Perolehan suara sejumlah parpol itu terancam turun karena banyaknya kertas suara yang rusak.

Menurut perkiraan Sugeng, parpol berbasis pendukung terdidik seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) diperkirakan lebih diuntungkan. Hal ini karena pendukungnya berpotensi lebih besar memberikan suara dengan benar. “Dari simulasi menunjukkan, kertas suara PAN dan PKS paling kecil tingkat kesalahannya,” kata Sugeng.

Pengajar FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Adde Marup Wirasenjaya, menilai, karut-marutnya persiapan pemilu serta minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU juga akan berdampak pada meningkatnya golput. “Diperkirakan, angka golput secara nasional bisa mencapai 30- 40 persen,” katanya.

Golput itu bukan disebabkan oleh pandangan politik warga melainkan lebih kepada ketidaktahuan teknis tata cara pemberian suara. Rumitnya mekanisme pemberian suara bisa membuat warga enggan datang ke bilik suara.

KPU DIY menilai, pengadaan logistik Pemilu 2009 lebih baik daripada Pemilu 2004. Anggota KPU DIY, Tresno Lesmono Amor, mengatakan, hingga Rabu kemarin sebagian besar surat suara sudah diterima KPU kabupaten/kota di DIY. “Pada Pemilu 2004, surat suara baru datang H-10. Padahal, H-3 harus sudah sampai di desa dan H-1 harus sampai TPS. Dulu sangat mepet,” katanya. (RWN/ENG/IRE)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: