Di Sekarsuli, Hari Ini 28 Maret

Sabtu Kliwon, 28 Maret 2009

sekarsuli

Saya menemukan “nubuat” Rudolf Diesel ketika suatu hari pada 1910 beliau berucap, ”Pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar untuk saat ini sepertinya tidak berarti, tetapi pada saatnya nanti akan menjadi penting sebagaimana minyak bumi dan produk tir-batu bara saat sekarang.”

Ini bukan paparan hi-tech yang sudah diteliti Puslit Bioteknologi ITB, yang bekerjasama dengan Majalah National Geographic Indonesia, tentang uji kemampuan minyak biji jarak (Jatropha curcas) sebagai energi alternatif biodiesel. Ini cerita kecil, order kecil, tetapi menjadi besar bagi pak Alsiran.

alsiran

Pak Alsiran, warga Sekarsuli Berbah, tetangga satu RT 01 RW 22, yang berprofesi sebagai perajin logam, adalah gambaran umum wajah Sekarsuli. Dengan identitas sebagai dusun kompor (minyak tanah), Sekarsuli adalah gambaran terbaik bagaimana kebijakan publik ternyatakan.

Saya masih mengingat ketika Mei 2007 pemerintah menetapkan kebijakan untuk menarik kompor minyak tanah dan menggantikannya dengan kompor elpiji. Program konversi ini masih sebatas wacana, setidak-tidaknya bagi sejumlah tetangga. Saya mencoba ”mewakili” nalar pemerintah: Dengan kuota 10 juta kiloliter dan harga eceran tertinggi minyak tanah Rp 2.250/liter, sedangkan harga nonsubsidi Rp 5.660/liter, subsidi minyak tanah mencapai Rp 25 triliun. Skema pemerintah, harga keekonomian BBM, yaitu minyak tanah, ditargetkan sudah bebas subsidi pada tahun 2008. Data Pertamina, konsumsi elpiji mencapai 1,08 juta/tahun, dengan harga jual Rp 4.250/kilogram. Elpiji dipandang sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah yang lebih murah karena dari segi panas yang dihasilkan lebih tinggi daripada minyak tanah. Bahkan pemerintah sudah menyiapkan draft, bahwa distribusi elpiji bersubsidi dilakukan melalui skema kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO), sebagaimana halnya BBM.

Saya melewati hiruk-pikuk kebijakan konversi sebagai warga baru di Sekarsuli. Bukan silang-sengkarutnya kebijakan, melainkan masalah jarak informasi kebijakan dan bagaimana warga selaku pembuat kompor minyak tanah menyikapi. Jamak tahu, sosialisasi adalah proses belajar sosial warga, yaitu seberapa jauh warga memahami, menafsirkan, dan menyikapi suatu kebijakan di dalam keseharian. Dalam beberapa hal, saya melihat dengan jarak, bahwa pemerintah tidak hadir di tengah kesulitan warga yang tengah menata-kembali “jualan” barang dan jasa kompor minyak tanah.

alsiran2

Tetapi, pak Alsiran membaca dengan santun ayat-ayat perubahan kebijakan ini, “Bukannya tidak ada lagi order membuat kompor, melainkan semakin kecilnya order.” Ketika hari ini saya bertandang, beliau tengah menyelesaikan kompor berbahan bakar jarak, pesanan dari Banguntapan Bantul.

Nun di lubuk hati, saya merasa malu. Draft program kampanye Gerindra untuk dusun sekarsuli, tertahan di dalam tas punggung. Apa yang sudah saya perbuat? Buat blog dusun Sekarsuli, http://dusunsekarsuli.wordpress.com dengan mimpi e-Jogja di mana warga mampu mengelola pasar. Dukungan technorati, flickr, dan peladen lain untuk daulat warga, juga jawaban pak Lasiman bahwa ISI Yogyakarta siap untuk pendampingan kriya logam –terlalu teknis. Ada masalah kemanusiaan di sini. Modal sosial, dengan tingkat keterpercayaan, yaitu meyakinkan Pemda Sleman, DIY, juga tepartemen teknis, bahwa mimpi e-Sekarsuli adalah layak.

Saya menemukan “nubuat” kecil Diesel di depan tugu dusun. Ini tentang terbukanya lapangan kerja buat warga penganggur, menghijaukan pekarangan, menjawab kemiskinan, juga untuk udara yang bersih. Keceriaan teman bermain Dafin di depan tugu membuncahkan mimpi bahwa haluan baru tidak pernah hadir di antara raungan knalpot kampanye bermotor. Saya ingin menyatakan bahwa saya juga tengah berkampanye untuk Gerindra.

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: