Ikut Menaikkan Pengguna Internet

Senin, 20 April 2009 | 04:19 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/20/04191296/ikut.menaikkan.pengguna.internet

Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, Jejaring Pendidikan Nasional atau Jardiknas berhasil menghubungkan 16.178 titik dalam satu jaringan intranet bertujuan meningkatkan intensitas komunikasi para stakeholder di Departemen Pendidikan Nasional dan memberikan solusi terhadap pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi komunikasi informasi untuk siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

Jardiknas dikelola oleh Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan), merupakan program kebanggaan Depdiknas karena sudah ditetapkan sebagai salah satu program unggulan untuk Indonesia melalui apa yang disebut flagship e-pendidikan oleh Dewan Teknologi Komunikasi Informasi Nasional.

Jaringan intranet dan internet dengan puluhan ribu titik melayani ratusan ribu insan di lingkungan Depdiknas di seluruh Indonesia merupakan suatu pekerjaan besar yang tidak main-main dan memosisikan Jardiknas sebagai salah satu pengguna infrastruktur TCP/IP terbesar di Indonesia.

Besarnya jaringan ini kurang disadari oleh masyarakat Indonesia karena lebih dari tiga tahun Jardiknas berkutat dengan masalahnya sendiri, baik teknis maupun administrasi, sehingga keberadaan Jardiknas menjadi sesuatu yang belum tersosialisasikan secara luas.

Jumlah pengakses

Selain pengguna dan penyedia infrastruktur terbesar di Indonesia, Jardiknas juga merupakan content provider pendidikan terbesar di Indonesia, kategori portal yang menyediakan kumpulan informasi tentang pendidikan dan e-learning, untuk disebarluaskan melalui situs di internet.

Situs Buku Elektronik (bse. depdiknas.go.id) dan Edukasi-Net (www.e-dukasi.net) merupakan dua situs unggulan Jardiknas dengan jumlah pengunjung rata-rata per hari 40.000 sampai 60.000 pengguna internet. Jika dikaitkan dengan jumlah titik yang sudah dibangun oleh Jardiknas, rata-rata satu titik di dalam jaringan Jardiknas mengakses situs yang sudah disediakan.

Dari grafik internet http://www.alexa.com terlihat bahwa kedua situs tersebut merupakan situs-situs dengan jumlah hit besar di dunia internet dan berada di peringkat ke-59.863 untuk bse.depdiknas.go.id dan peringkat ke-35.208 untuk www. e-dukasi.net dari satu juta situs (13/3/2009).

Jumlah pengunjung situs ini menunjukkan bahwa usaha pemanfaatan infrastruktur yang selama ini dianggap menghabiskan dana besar sudah mulai kelihatan hasilnya walaupun target menjangkau sampai ratusan ribu siswa/i sekolah per hari masih belum tercapai, tetapi arah kemajuan dan pengayaan konten merupakan satu prioritas yang harus dijalankan di atas pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur yang ada.

Tanpa membangun infrastruktur, kita tidak akan mendapatkan jumlah pengakses yang besar karena sepertinya Depdiknas tidak memberikan kesempatan kepada semua stakeholder di dunia pendidikan untuk mengakses jaringan internet dan intranet Jardiknas.

Kaitan erat

Konsep intranet Jardiknas merupakan upaya menghemat pembiayaan dan keamanan jaringan. Sebagai bahan perbandingan, biaya internet per 1 Mbps adalah Rp 14 juta (termasuk sambungan local loop Rp 2 juta), sementara sambungan intranet (local loop) adalah Rp 2 juta (sampai Rp 8 juta untuk daerah yang jauh dan terpencil).

Bila kita melakukan perhitungan matematis dalam satu tahun dibutuhkan biaya sekitar Rp 164 miliar untuk penyewaan infrastruktur intranet dan internet, maka jika dibagi dengan 16.178 titik didapatkan biaya sebesar Rp 10.137.223 per titik. Jika per titik melayani minimal 100 orang, biaya akses internet per titiknya menjadi Rp 101.372 per tahun per orang atau Rp 8.447 per orang per bulan. Dan, ini merupakan biaya yang sangat murah dan satu kontribusi yang paling besar di dunia pendidikan Indonesia.

Jardiknas juga mengembangkan teknologi VoIP berbasis Open Source dan proprietary yang dapat menyambung seluruh kantor dinas pendidikan di seluruh Indonesia, di mana teknologi ini mampu menekan biaya komunikasi dengan lebih murah. Fasilitas lain Jardiknas adalah sistem video conference yang berada di Ciputat dan dapat diakses dari seluruh pengguna intranet Jardiknas.

Menghadapi permasalahan teknis, Jardiknas juga mengembangkan sistem Help Desk atau Call Centre melalui hotline sambungan tetap pada nomor 500.005 (atau menggunakan prefix 021 jika dipanggil dari ponsel), penggunaan SMS 081.388.434.160 atau e-mail dengan alamat helpdesk@jardiknas.depdiknas.go.id.

Jelas terlihat keterkaitan erat antara penyediaan konten dan pembangunan infrastruktur, keduanya merupakan solusi tidak terpisahkan bagi Jardiknas. Depdiknas turut berkontribusi menaikkan peringkat pengakses internet di Indonesia menjadi nomor 26 dari nomor 85, di bawah Taiwan, Thailand, dan Turki menurut CIA Factbook untuk data peringkat Indonesia.

Ir Lilik Gani HA, M.Sc., Ph.D Kepala Pustekkom, Departemen Pendidikan Nasional

(a wisnu nugroho)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: