Berzikir

Koran Merapi SERAMBI JUMAT 15 Mei 2009

serambi jumat

“Agama diturunkan untuk kemaslahatan umat dan senyatanya negara adalah alat untuk mewujudkan kemaslahatan tersebut. Kaidah kemaslahatan meniscayakan peran serta umat agar rumusannya tetap berpihak untuk kemakmuran, keadilan, juga pemerataan. Inilah pentingnya pemimpin yang mampu melayani umat. Sebut saja bahwa pemilihan presiden dan wakil presiden adalah alatnya.”

Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian rutin, memajukan sejumlah kesimpulan awal. Kami duduk melingkar di serambi masjid, membincang tentang agama di ruang sosial. Kami menyebutnya sebagai kajian saur-manuk.

Sejumlah potongan peristiwa terakhir tentang siapa calon presiden dan wakilnya ditayangkan oleh Dik Ramadan Ibrahim Mohammad, yang akrab kami panggil Dik Brahim.

Pakde Adib melanjutkan, “Dalam surat Ibrahim ayat 38, Nabi Ibrahim berzikir, ’Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang Kami sembunyikan dan apa yang Kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.’”

”Posisi saya tak tersembunyikan, bahwa agama dan negara berhubungan secara timbal-balik dan saling butuh,” kata Pak Edi Safitri. ”Agama bisa berkembang dan negara dalam bimbingan etika agama. Saya lelah dengan debat integrasi agama dan negara ataupun sekulerisasi. Saya juga jenuh dengan berita pencapresan. Kita butuh zikir yang mencerahkan umat.”

”Tiga belas tahun berdakwah di Mekah, Nabi Muhammad SAW lebih banyak berhadapan dengan kepentingan elit Quraisy. Pasca-hijrah, kita bisa dengan jernih belajar dan berzikir tentang Piagam Madinah (Shahifah Al Madinah) sebagai alat untuk kemaslahatan umat,” tambah Pak Yusdani. ”Saya ingin menegaskan konteks Romawi dan Persia sebagai imperium yang otoriter dan feodalistik serta bagaimana posisi umat.”

”Kanjeng Rasul adalah pemimpin yang paripurna,” komentar Paklik Sriyono. ”Di dalam diri beliau ternyatakan sebagai pemimpin pemerintahan dan keagamaan sekaligus. Syariat tegak secara kaffah untuk kemaslahatan umat Islam, Yahudi, dan minoritas Kristen Najran.”

”Madinatul Munawarah adalah model yang menggugah,” tambah Pak Hujair AH. Sanaky, yang pengajar UII. “Yatsrib pun berubah nama menjadi Madinah, dari kata tamaddun, yaitu peradaban. Ingat, Rasul mengelola ukhuwah madaniyah, yaitu komitmen bersama untuk hidup dan menghidupi teritori yang berperadaban.”

”Tentang kemaslahatan umat, apapun partainya pasti punya klaim politik,” Mas Fauzi menanggapi. ”Angela Merkel selaku Kanselir Jerman adalah juru bicara the Christian Democratic Union of Germany. Recip Tayyip Erdogan di Turki mewakili Adalet ve Kalkinma Partisi. Ada juga Bharatiya Jannata Party sebagai partai Hindu di India. Ada beragam pilihan untuk menilai hubungan agama dan negara.”

”Masalahnya justru ketika menghubungkan negara, agama, partai politik dan kemaslahatan umat,” sela Pak Edi Safitri. ”Bukan teka-teki silang yang pasti bisa dijawab, melainkan teka-teki sialan. Jarak kemaslahatan dan pengingkaran menjadi tipis.”

”Saya juga lelah dengan teka-teki yang bikin gemas dan cemas, Pak Edi. Di antara belantara informasi dari detik ke detik, saya setuju, kita butuh zikir untuk membuat keputusan tentang pemimpin yang mampu melayani umat,” Dik Brahim.

”Doa yang bagus adalah membaca bersama surat Al-Anbiya’ ayat 112, ’Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil dan Tuhan Kami ialah Tuhan yang Maha Pemurah lagi yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan.’” kata Pakde Adib Susila.

Kami mengelola teka-teki silang tentang kemaslahatan umat. Kami membaca dan berzikir untuk calon pemimpin yang bernama presiden dan wakil presiden mendatang. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: