Boediono Memang Tidak Dipuja-puja

Elvan Dany Sutrisno – detikFinance
Jumat, 15/05/2009 11:32 WIB

neoliberalism

http://www.detikfinance.com/read/2009/05/15/113228/1131912/5/boediono-memang-tidak-dipuja-puja

Bandung – Gubernur Bank Indonesia Boediono memang sosok yang tidak dipuja-puja. Namun cawapres pasangan Susilo Bambang Yudhoyono ini dikenal sebagai orang yang menempatkan fundamental untuk sesuatu yang sifatnya berkesinambungan.

“Beliau orangnya memang tidak populis, tetapi lebih berkesinambungan meskipun tidak dipuja-puja,” ujar ekonom Raden Pardede yang ikut dalam rombongan Boediono ke Bandung kepada detikFinance di atas kereta Parahyangan, Jumat (15/5/2009).

Raden yang juga merupakan Ketua Forum Stabilitas Sistem Keuangan (FSSK) ini menyatakan, Boediono bukanlah tipe penganut kebebasan pasar. Sistem kebebasan pasar itu sudah dianggap sebagai biang keladi dari terjadinya krisis.

“Yang saya lihat beliau itu tidak terjebak oleh ideologinya. Faktanya adalah pak Boediono tidak akan menyerahkan 100% ke pasar. Karena kebebasan pasar sudah terbukti menimbulkan kehancuran seperti sekarang ini,” ujar Raden.

Mantan calon Gubernur BI ini, justru melihat Boediono sangat memperhatikan masalah kemiskinan. Ini terbukti saat Boediono menjadi Menko Perekonomian, sejumlah proyek kemiskinan digeber seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Saya lihat pak Boediono concern mengatasi kemiskinan seperti BLT dan BOS. Memang pak Boediono orang yang dibutuhkan pemerintah. Dengan pak Boediono, pemerintah nanti akan mampu menyeimbangkan ekonomi. Tidak ada ekstrim tidak ada ekstrim kanan. Harus ada interaksi antara presiden dengan wakil presiden untuk menyusun kebijakan perekonomian,” urainya.

Raden juga meyakini jika nanti resmi maju sebagai cawapres, Boediono akan mundur sebagai Gubernur BI. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi benturan kepentingan.

“Kita akan lihat nanti. Saya pikir dia akan mundur dan dia akan menunjukkan kelasnya. Kita tunggu saja. Dugaan saya, dia orang yang correct dalam arti tidak akan abu-abu, tidak berada di grey area untuk menjaga terjadinya benturan conflict of interest. Pak Boediono selalu punya garis yang jelas. Kita lihat nanti, bagaimana dia membangun pemerintahan bersama pak SBY,” pungkasnya.(qom/ir)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: