Lembaga Asing Dipertanyakan

Sabtu, 11 Juli 2009 | 03:20 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/11/03200158/lembaga.asing.dipertanyakan

Jakarta, Kompas – Tim Kampanye Nasional Megawati-Prabowo mempertanyakan pelibatan International Foundation for Electoral System dalam sistem Tabulasi Nasional Pemilu Presiden 2009.

Tim Mega-Pro menilai keterlibatan lembaga asing dalam proses penghitungan suara pemilu presiden sebagai sebuah pelanggaran konstitusi yang serius.

Sekretaris Umum Tim Mega-Pro Fadli Zon menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers di Sekretariat Cik Ditiro, Jakarta Pusat, Jumat (10/7).

”Kami mendengar bahwa yang sedang melaksanakan sistem penghitungan di KPU, IT-nya itu suatu lembaga asing. IFES yang saya dengar. Kalau benar, ini pelanggaran serius terhadap konstitusi, UUD 1945,” ujarnya.

UUD 1945 Pasal 22E Ayat 5 berbunyi, Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.

Dengan dasar itu, menurut Fadli Zon, kalau KPU melibatkan pihak luar, lembaga asing, KPU menjadi kehilangan sifat nasional, tetap, dan kemandiriannya. Karena itu, dalam waktu dekat Tim Mega-Pro akan segera melaporkan hal tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu.

Keterlibatan International Foundation for Electoral System (IFES) dalam Tabulasi Nasional Pilpres 2009 terungkap dari mulut Ketua Tim Ahli TI KPU dari BPPT Husni Fahmi. Ketika ditanya soal alasan tentang penayangan Tabulasi Nasional yang sudah berhenti, Husni mengatakan, ”Kami mendapatkan data dari IFES hanya perolehan suara saja. IFES
yang berhubungan langsung dengan data. KPU hanya menayangkan perolehan suara saja,” ujarnya, Kamis lalu.

Sekretaris II Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo Hasto Kristiyanto juga mempertanyakan akurasi Tabulasi Nasional yang terkesan disesuaikan dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Hal itu terlihat dari perolehan suara pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono yang selalu stabil di urutan teratas dan stabil di atas 50 persen.

Padahal, total suara yang masuk baru 18,8 juta dari total 176 juta pemilih.

”Pola ini juga terjadi pada Tabulasi Nasional Pemilu Legislatif. Kalau dulu seperti disesuaikan dengan Partai Demokrat, sekarang disesuaikan dengan peserta nomor dua,” tegasnya.

Hanya bantu KPU

Koordinator Senior Program IFES Anhar Jamal ketika dikonfirmasi soal ini semalam menegaskan, peran IFES hanya membantu KPU. Kesepakatan kerja sama antara IFES dan KPU juga disahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). ”Bantuan pada KPU berupa pengadaan server dan juga teknisi,” ucap Anhar.

Penghitungan perolehan suara ini menggunakan sistem pesan pendek (SMS) dengan operator Telkomsel. Informasi perolehan suara hasil pemilu dikirim dari TPS, lalu masuk ke server di Gedung Cyber yang berdekatan dengan Kantor Telkomsel. Setelah dilakukan validasi, data lalu dikirim ke KPU untuk ditampilkan di Tabulasi Nasional.

Terkait tampilan dalam Tabulasi Nasional yang selalu stabil, menurut Anhar, yang mengetahui adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Bantuan asing

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyatakan, penghitungan sementara menggunakan SMS hanya bantuan program dari IFES.

Selain bantuan program hitung cepat perolehan suara pemilu presiden, KPU juga menerima bantuan program lain dari lembaga asing lain, seperti UNDP dan Partnership. ”Kalau program bisa berjalan tanpa keluar uang dan bisa memanfaatkan untuk memberi informasi ke masyarakat, bisa saja. Termasuk untuk simulasi-simulasi dan sosialisasi, rata-rata dilakukan oleh lembaga asing,” katanya.

Meski begitu, Hafiz melanjutkan, kendali tetap ada di KPU, seperti hitung cepat dengan SMS, tetap dikendalikan Tim IT KPU.

”Jadi, sebenarnya kami kemarin itu tidak berkeinginan untuk mengadakan penghitungan elektronik. Tiba-tiba ada tawaran dari IFES untuk menggunakan sistem SMS dan mereka siap untuk membiayai, terutama biaya untuk kerja sama
dengan Telkomsel,” ujar Hafiz. Hafiz mengakui tidak mengetahui berapa uang bantuan yang diberikan IFES. ”Kami hanya menerima manfaat. Bantuan asing masuk melalui Bappenas,” katanya. (SUT/SIE)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: