Kekuasaan

serambi jumat1

Koran Merapi SERAMBI JUMAT 10 Juli 2009
“Ketika Abu Dzar al-Ghifari meminta kepada Rasulullah SAW supaya diangkat menjadi pejabat, Rasul menolak sambil berkata, ‘Tidak, Abu Dzar, engkau orang lemah. Camkanlah, jabatan itu amanah. Ia kelak di hari kiamat merupakan kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkannya dengan benar dan melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan benar pula.’ (HR Bukhari).”

Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian rutin, memajukan tema tentang politik kekuasaan. Kami duduk melingkar di serambi masjid. Dik Brahim sudah membagikan beberapa kliping tentang pemilihan presiden.

“Tolong disimak, pokok soalnya bukan hanya bagaimana merebut dan mencapai kekuasaan. Penekanannya adalah sekaligus bagaimana mengelola dan mempertanggungjawabkannya kepada pemegang amanah, terlebih-lebih kepada Allah SWT,” lanjut Pakde Adib Susila.

Dua hari yang lalu, Rabu (8/7), kami mendatangi tempat pemungutan suara, menggunakan hak pilih sebagai warga negara yang baik. Sebagaimana pesan Pakde Adib, kami semua menggunakan hak pilih alias tidak memilih golput.

“Syukurlah, kita semua sudah melaksanakan kewajiban sebagai warga yang baik, yaitu dengan menggunakan hak pilih pada pilpres kemarin,” kata Paklik Sriyono.

“Dan ternyata tidak ada cerita yang aneh-aneh selama pencontrengan di tempat kita,” sambung Mas Fauzi.

“Menjadi aneh ketika kliping berita media ini,” kata Pak Yusdani sambil memperlihatkan beberapa judul berita yang disiapkan Dik Brahim. “Jadi ada apa ini? Ada apa sebenarnya?”

Kami tersenyum mendengar retorika Pak Yusdani. Dalam sebuah kesempatan, risalah kajian ini menyimpulkan, bahwa kekuasaan itu ditulis, dibentuk, dicatat, dikisahkan kembali menjadi wacana, sebagai politik kata-kata. Jadi terdapat pergeseran untuk memahami kekuasaan, yaitu dari pesona kata-kata menjadi kuasa bahasa.

“Risalah tersebut membenarkan terjadinya pergeseran dalam politik kekuasaan kita, yaitu melulu bagaimana merebut kekuasaan. Sehingga dalam hal pengelolaan dan pertanggungjawaban kekuasaan kurang berarti,” tegas Mas Fauzi.

“Itulah, berita tentang kampanye pencapresan lebih berkisar seputar pribadi calon. Mestinya lebih menekankan bagaimana program para calon dapat menjadi perbincangan warga, sekaligus pertanggungjawabannya kelak,” sambung Mas Edi Safitri.

“Saya sepakat, Mas. Debat generasi Sukarno, polemik kebudayaan Sutan Takdir Alisyahbana, risalah-risalah BPUPKI ketika menyiapkan kemerdekaan, merupakan dokumen terbaik yang pernah kita miliki. Suasana hati itu yang rasanya hilang dari kasanah kita,” kata Mas Agus Utantoro.

“Apalagi membaca kampanye capres dan cawapres kemarin, saya kadang merasa marah dengan pemerataan kebencian yang terbangun. Bukankah Al-Baqarah ayat 216 sudah menegaskan ‘Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.’ Kita tidak menerjemahkannya dalam hal pengelolaan kekuasaan,” tegas Mas Edi Safitri.

“Ya sudah, sambil menunggu hasil penghitungan suara pilpres, marilah kita simak salah satu Hadis Qudsi berikut, bahwa Tuhan mengikuti persangkaan hamba-Nya. Bila ia berprasangka baik, akan mendapat kebaikan dan bila berprasangka buruk, akan memperoleh keburukan pula,” kata Paklik Sriyono.

“Jadi mari kita berprasangka baik tentang politik kekuasaan, dengan memberi kepercayaan kepada para pengelola untuk mempertanggungjawabkannya. Kita juga belajar bagaimana lembaga kekuasaan harus dikelola dengan kritik yang adil. Bukankah manusia tempat salah dan khilaf?” tutup Pakde Adib Susila. Wallahu a’lamu bishshawab.

Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: