PERUBAHAN IKLIM: Keuangan Negara Berkembang Bisa Terkuras

Kamis, 1 Oktober 2009 | 03:37 WIB

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/01/04151563/prioritaskan.perbaikan.iklim.usaha.

Bangkok, Rabu – Negara- negara berkembang bakal menghabiskan 100 miliar dollar AS (Rp 1.000 triliun) per tahun selama 40 tahun untuk bisa beradaptasi terhadap perubahan cuaca yang ekstrem dan berat. Pada tahun 2050, suhu bumi diperkirakan naik di atas 2 derajat celsius.

Hal itu terungkap dari hasil studi Bank Dunia yang dirilis, Rabu (30/9). Studi tersebut mengatakan, negara-negara miskin bakal berinvestasi besar-besaran pada semua proyek infrastruktur untuk mengatasi banjir, kekeringan, gelombang panas, lebih sering hujan seiring bakal naiknya suhu bumi 2 derajat celsius pada tahun 2050.

”Menghadapi prospek besar tambahan biaya infrastruktur, mengatasi kekeringan, penyakit, dan penurunan dramatis dalam produktivitas pertanian, semua negara berkembang harus bersiap menghadapi sejumlah konsekuensi potensial dari perubahan iklim,” kata Katherine Sierra, Wakil Presiden Bank Dunia yang membidangi pembangunan berkelanjutan.

Prakiraan biaya adaptasi dari kelompok lain sebelumnya dari 9 miliar dollar AS jadi 104 miliar dollar AS. Bank Dunia mengatakan, proyeksi biaya terbaru yang paling mendalam analisisnya justru terhadap waktu terjadinya dampak perubahan iklim.

Laporan Bank Dunia, yang memberikan kisaran biaya dari 75 miliar dollar AS menjadi 100 miliar dollar AS didasarkan pada dua skenario berbeda. Pertama, dunia yang lebih kering akan memerlukan investasi lebih rendah ketimbang dunia pada musim hujan. Kedua, dunia pada musim hujan memerlukan berbagai upaya ekstra, seperti membangun tanggul laut dan drainase lebih dalam.

Paling terpukul

Asia Timur dan Pasifik, yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat cepat, akan menjadi yang paling terpukul secara finansial, menghabiskan setidaknya seperempat dari total anggaran. ”Sebagian besar karena meningkatnya urbanisasi, terutama di daerah pesisir,” kata Direktur Keuangan Bank Dunia Warren Evans.

Menurut penelitian, biaya beradaptasi terhadap dunia yang lebih panas adalah berada pada skala yang sama dengan jumlah bantuan yang diterima negara berkembang saat ini. Badan bantuan mengatakan, penting uang bantuan tidak dipotong untuk mendanai upaya atau inisiatif menghadapi perubahan iklim.

Penasihat Oxfam’s, Antonio Hill, menuturkan, setiap pembiayaan harus mendapat suntikan dana tambahan. WWF mengatakan, tidak cukup didasarkan pada asumsi bahwa dunia akan bekerja sama untuk membatasi kenaikan suhu bumi 2 derajat celsius itu. (REUTERS/CAL)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: