Waduh…Persoalan Pendidikan Masih Menumpuk

Jumat, 2 Oktober 2009 | 11:15 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Luki Aulia

kompas on

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/10/02/11154863/Waduh…Persoalan.Pendidikan.Masih.Menumpuk

JAKARTA, KOMPAS.com – Setumpuk masalah pendidikan di Indonesia menjadi pertanda, bahwa strategi kebijakan pendidikan Indonesia sampai saat ini masih belum jelas.

Setumpuk masalah itu mulai dari pengangguran terdidik, birokrasi yang mempersulit kerja sama bidang pendidikan, hingga lembaga-lembaga penelitian yang kurang mendapatkan perhatian. Akibatnya, penetapan prioritas pendidikan yang harus dilakukan pada masa depan pun menjadi tidak jelas.

Persoalan tersebut mengemuka dalam diskusi Strategic Asia Policy Interchange; ”Education and the Knowledge Sector” di Jakarta, Kamis (1/10). ”Masalah sesungguhnya, seperti akses masyarakat tidak mampu terhadap pendidikan yang berkualitas, tidak ditangani dengan baik. Begitu pula masalah kebutuhan industri pada tenaga siap pakai,” kata Decentralization Senior Advisor Governance Unit di Program Pembangunan Perserikatan Bangsa- Bangsa (UNDP) Sofian Effendi.

Mantan Menteri Pendidikan Nasional Wardiman Djojonegoro menambahkan, filosofi pemerintah saat ini berbeda karena tidak fokus menciptakan tenaga siap pakai atau peneliti di sektor industri. ”Harus ada link and match antara dunia pendidikan dan pasar kerja” ujarnya.

Penasihat Senior Pembangunan Sosial di AusAID Jakarta, Scott Guggenheim, yang menjadi salah seorang pembicara, menduga berbagai masalah pendidikan itu muncul karena ada persoalan pada regulasi. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah lebih memusatkan perhatian kepada reformasi regulasi.

Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nizam menegaskan, arah kebijakan pendidikan saat ini justru sangat jelas dan konkret, yakni membangun semangat kompetisi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Perguruan tinggi didorong untuk berkreasi dan memunculkan inovasi baru dengan berbagai insentif.

”Banyak inovasi, seperti membuat robot, roket, dan industri kecil. Kami sedang berusaha membuat pusat-pusat kewirausahaan di kampus-kampus,” ujarnya.

Upaya tersebut dinilai penting karena, lanjut Nizam, selama ini orientasi sebagian besar mahasiswa adalah menjadi pekerja di sektor industri. Tak banyak mahasiswa yang memiliki keinginan mengembangkan usaha sendiri atau membuka lapangan pekerjaan. Pandangan seperti itu yang berusaha diubah oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui program kewirausahaan.

”Bagaimana kita menciptakan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan pengetahuan. Memang butuh waktu. Tidak seperti membalikkan tangan. Kita sadari itu sebagai permasalahan yang besar dan kita coba untuk mengatasi,” kata Nizam.

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

2 responses to “Waduh…Persoalan Pendidikan Masih Menumpuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: