Asuransi untuk Mitigasi: Jangan Melakukan Perbaikan Sebelum Disurvei Petugas

Jumat, 16 Oktober 2009 | 03:33 WIB

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/16/03334338/asuransi.untuk.mitigasi.

Jakarta, Kompas – Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia mendesak pemerintah segera merancang mekanisme dan alat mitigasi bencana secara serius. Industri asuransi sudah selayaknya menjadi pilar penting dalam mitigasi bencana.

”Selama ini industri asuransi nyaris tidak dipertimbangkan dalam pembahasan tentang mitigasi bencana. Padahal, industri asuransi bisa sangat berperan, terutama dalam pemulihan dampak bencana,” kata Ketua Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI) Bona R Pandiangan, Kamis (15/10) di Jakarta, saat jumpa pers mengenai Insurance Day 2009.

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang rawan bencana, terutama gempa dan tsunami, karena terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia, yakni lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Selain itu, Indonesia juga masuk dalam Cincin Api Pasifik.

Asuransi, kata Bona, terbukti memiliki peranan dalam pemulihan pascabencana. Ini terlihat dari komitmen asuransi membayar klaim nasabah.

Dalam gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, data klaim dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan nilai klaim asuransi umum Rp 2,2 triliun, sementara di Yogyakarta klaim asuransi Rp 4,2 triliun.

Untuk gempa di Tasikmalaya, data sementara yang masuk ke PT Asuransi Maipark Indonesia Rp 4,3 miliar. Nilai kerugian akibat gempa di Sumatera Barat dan Jambi juga masih dihitung.

Direktur Utama Asuransi Maipark Indonesia Frans Y Sahusilawane mengatakan, dalam satu dekade terakhir, 20 persen gempa besar di dunia terjadi di wilayah Indonesia. Dalam kurun waktu itu, frekuensi gempa besar di Indonesia meningkat drastis.

Bila dalam tahun-tahun sebelumnya gempa besar, sekitar 5 SR, terjadi 25-50 kali setahun, dalam dekade terakhir kejadiannya meningkat menjadi 80-160 kali setahun.

Khusus Sumatera, frekuensi dan magnitudo gempa memperlihatkan tren mengkhawatirkan. Menurut Frans, gempa Padang diperkirakan menimbulkan kerugian asuransi yang cukup besar. Hal ini disebabkan rasio penetrasi asuransi di Sumbar relatif tinggi. Eksposur risiko di Padang mencapai Rp 3,7 triliun. Adapun eksposur seluruh Sumbar sekitar Rp 9,5 triliun.

Kendati demikian, kerugian asuransi dalam gempa Padang kemungkinan tidak melampaui banjir Jakarta 2007. ”Banjir Jakarta mencatat insured loss Rp 1,2 triliun,” kata Frans.

Melihat pengalaman bahwa banjir Jakarta 2007 mampu ditangani dengan baik, dapat disimpulkan dari segi kapasitas dan kemampuannya industri asuransi umum Indonesia sangat siap menghadapi bencana Padang.

Sebelum disurvei

Frans juga mengatakan, setelah lepas dari kekagetan tertimpa musibah, biasanya tertanggung ingin segera memperbaiki atau membangun kembali harta bendanya agar segera dapat memulai kehidupan normal.

Tertanggung yang mengerti isi kontrak asuransi tidak melakukan perbaikan sebelum harta benda yang rusak disurvei petugas klaim asuransi, kecuali kerusakan yang bila dibiarkan bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar, misalnya atap bocor di bangunan berisi barang yang akan rusak bila kena air hujan.

Segera setelah disurvei oleh petugas klaim asuransi, pekerjaan perbaikan atau pembangunan kembali dapat segera dilakukan. ”Dalam kasus gempa Jabar, Padang, dan Jambi, petugas asuransi atau loss adjuster telah mulai melakukan survei klaim sejak seminggu setelah kejadian. Ini berarti prosedur klaim asuransi tidak memperlambat proses perbaikan atau pembangunan kembali harta benda yang rusak,” kata Frans.

Terkait Insurance Day, Bona mengatakan, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 18 Oktober 2009 di Padang, Sumatera Barat. Acara ini sekaligus untuk memediasi masyarakat Padang dalam mengurus klaim asuransi.

Sasaran kampanye Insurance Day tahun ini adalah generasi muda, yakni mahasiswa dan pelajar SMU sederajat. Insurance day merupakan acara tahunan yang bertujuan menyosialisasikan pentingnya berasuransi pada masyarakat. (FAJ)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: