Ir. AKMAL SYUKRI, Sekda Aceh Timur: Menggali Kultur Warga Gampong

Imam Samroni

logo ppkd clr
Untuk Buletin “Seramoe Gampong,” PPKD Indonesia
Idi, 26 Oktober 2009.

Di tengah padatnya kesibukan Bapak Ir. Akmal Syukri, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur untuk APBK Tahun Anggaran 2010, beliau masih berkenan menerima Redaksi “Seramoe Gampong” untuk membincangkan penelitian formulasi BUMG (Badan Usaha Milik Gampong), di Kantor Bappeda.

Perbincangan diawali dengan pengantar Bapak Jamaluddin, S.Sos., M.Si., Kepala BPMPKS Kabupaten Aceh Timur, tentang penelitian yang akan memformulasikan pendirian dan pengelolaan BUMG, yang merupakan kerjasama BPMPKS dengan PPKD Indonesia.

Pak Akmal Syukri mengapresiasi penelitian kebijakan tersebut. Pak Ir. Irham, M.T., Kepala Bappeda turut menemani perbincangan yang penuh empati tentang BUMG, otonomi khusus, dan kultur warga Aceh. Demikian petikan perbincangannya.

Sekda1

Ir. Akmal Syukri. Dok. PPKD Indonesia

Pemerintah Daerah Aceh Timur sudah melakukan dukungan sehubungan dengan rencana pendirian dan pengelolaan BUMG, yaitu dengan menyetujui program dan anggaran penelitian melalui BPMPKS.

Kabupaten Aceh Timur sebagai salah satu daerah di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam merupakan wilayah dengan otonomi khusus. Untuk itu, muatan lokal harus digali dan disinkronkan dengan kebijakan pemerintah. Pemberlakuan UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh telah mengatur penyerahan kewenangan ke daerah. Kita belajar dari program dan kebijakan yang gagal karena dipaksakan pemberlakuannya dan adanya kultur yang tidak sesuai. BUMG harus lahir, bersinergi, dan disinkronkan dengan penyerahan kewenangan tersebut.

Kebijakan selalu berkembang dan masyarakat harus ditata, sehingga arah pembangunan tidak bertolak belakang. Banyak inspirasi dari Aceh Timur. Yang penting adalah bagaimana keberlanjutan BUMG. Untuk itu butuh strategi dan pendekatan. Orang Aceh tidak cukup hanya dengan melihat dan mengerjakan. Rakyat Aceh harus merasakannya.

BUMG harus dikawal dan masyarakat didampingi. Masyarakat cepat mengadopsi dan sekaligus cepat melupakan. Untuk itu, kebersamaan tidak dapat dicapai jika tidak ada kesepakatan. Dan tanpa kesepakatan, masyarakat susah untuk berbuat.

Sebaliknya, jika sudah sepakat, dalam waktu satu detik pun masyarakat dapat berbuat apapun. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mencapai kondisi tersebut. Untuk mencapai kondisi tersebut bisa dengan menggali kultur warga gampong. Di Aceh Timur, antar-kecamatan mempunyai perbedaan kultur. Dengan menggali kearifan kultural inilah, BUMG di Aceh Timur dapat berkelanjutan. Sekali lagi, Pemerintah Daerah Aceh Timur sudah mendukung formulasi pendirian dan pengelolaan BUMG.

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: