Islam Mendorong Green Habits

By Ferry Kisihandi
Kamis, 05 November 2009 pukul 15:30:00

republika

http://republika.co.id/berita/87305/Islam_Mendorong_Green_Habits

Sebuah perhelatan digelar di Windsor Castle, Inggris. Sembilan pemimpin agama hadir di sana. Kali ini, pertemuan itu bukan berbicara soal kerukunan beragama, seperti pertemuan yang biasa dilakukan. Mereka berbicara tentang perubahan iklim.

Acara yang digelar atas kerja sama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Alliance of Religions and Conservation (ARC) pada Selasa (3/11) ini, di antaranya dihadiri pemimpin agama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, dan Shikh.

Bukan tanpa sebab PBB menggelar acara yang bertema Faith commitment for a Living Planet ini. PBB ingin mendulang bantuan dari umat beragama, melalui pemimpin mereka dalam memerangi perubahan iklim, yang diyakini akan melahirkan bencana bagi umat manusia.

Perubahan iklim, selama ini menjadi isu krusial. Sementara, negara-negara kaya dan miskin masih berdebat soal peran mereka dalam menangani perubahan iklim. Seakan mereka saling melempar tanggung jawab dalam mengurangi emisi gas rumah kaca–penyebab perubahan iklim.

”Ini tentang bagaimana agama menggerakkan pengikutnya untuk melakukan aksi mengatasi perubahan iklim. Kami ingin mengirimkan sinyal kepada pemerintah banyak negara bahwa kami sangat berkomitmen,” ungkap Asisten Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Olav Kjorven.

Pertemuan ini, ujar Kjorven, merumuskan serangkaian program yang akan mampu memotivasi gerakan masyarakat sipil terbesar di dunia yang sebelumnya pernah ada. Ia mengutip sejumlah ahli bahwa polusi bahan bakar fosil akan membuat suhu naik pada abad ini.

Tak hanya itu, bencana banjir akan kerap terjadi, kekeringan, dan juga angin ribut. Di sisi lain, perubahan iklim juga akan mencairkan es yang ada di kutub utara serta merusak sistem iklim pada masa-masa mendatang.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mengungkapkan, pada 2080, hingga 3,2 miliar orang atau sepertiga penduduk dunia akan mengalami kekurangan air. Sebanyak 600 juta orang akan kekurangan makanan dan hingga tujuh juta orang akan dihantam banjir.

Direktur Komunikasi ARC, Victoria Finlay, mengatakan, negara-negara kaya dan miskin masih belum bersepakat mengenai peta jalan menangani perubahan iklim. Ia mengatakan, masalahnya lebih dalam, bukan sekadar ekonomi dan uang.

”Lebih jauh lagi, ini tentang moral terkait ide bahwa alam adalah milik Tuhan. Maka, kami harus berbuat baik pada alam,” kata Finlay menegaskan. Hal yang sama juga diungkapkan Mufti Mesir, Ali Gomaa, yang berbicara dalam pertemuan itu.

Gomaa, yang dikutip The Independent menegaskan, Islam mengajarkan para pemeluknya untuk menjaga lingkungan. ”Merupakan sebuah kewajiban agama untuk menjaga lingkungan dan mengajarkan pentingnya melestarikannya,” katanya menegaskan.

Menurut Gomaa, polusi dan pemanasan global memiliki ancaman yang lebih besar dibandingkan perang. Ia menegaskan pula, upaya keras untuk menjaga kelestarian lingkungan akan menjadi cara yang paling positif untuk menjunjung bersama nilai kemanusiaan.

Di sisi lain, Gomaa juga mengungkapkan rencana mengubah Kota Madinah, Arab Saudi, menjadi sebuah oasis hijau. Ini disebut Inisiatif Madinah. Ia menambahkan, transportasi publik di kota suci itu akan diupayakan yang tak banyak menghasilkan emisi karbon.

Rencana tersebut, termasuk penggunaan energi terbarukan di masjid-masjid. Pun, mengurangi penggunaan botol-botol plastik oleh jamaah haji. Para jamaah juga didorong untuk melakukan apa yang disebut sebagai green habits di tempat-tempat suci.

Gomaa pun menyatakan, isu yang memiliki kaitan dengan lingkungan merupakan komponen signifikan dalam kurikulum pendidikan. Ia mengungkapkan, Inisiatif Madinah itu merupakan bagian dari aksi tujuh tahun memerangi perubahan iklim.

Inisiatif tersebut, ungkap Gomaa, diadopsi oleh sekitar 200 pemimpin Muslim yang berkumpul di Istanbul, Turki, Juli lalu. Selain itu, ada hal lain yang diadopsi, yaitu mengenai eko label Muslim. ”Ini tugas semua pemuka agama dalam menghadapi krisis lingkungan sekarang ini”. taq

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: