Pesantren Ujung Tombak Pelestarian

Santri Miliki Peran Strategis Pada Lingkungan Hidup
Kamis, 5 November 2009 | 13:59 WIB

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/05/13591395/pesantren.ujung.tombak.pelestarian

Sleman, Kompas – Sebanyak 40 pesantren di seluruh wilayah DIY dicanangkan menjadi pesantren berwawasan lingkungan hidup atau eco-pesantren. Kalangan santri dinilai mampu memainkan peran strategis dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Hal itu dikemukakan Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, dalam acara Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren di Sleman, Rabu (4/11).

“Jumlah umat Muslim yang besar dan ajaran agama Islam yang berwawasan lingkungan hidup menjadikan pesantren memainkan peranan penting dalam upaya-upaya pelestarian alam,” kata Gusti.

Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Negara Lingkungan Hidup Henry Bastaman mengatakan, program eco-pesantren ini merupakan program nasional yang digulirkan sejak 2008. Sejumlah 40 pesantren DIY ini akan menjadi bagian dari sekitar 900 pondok pesantren (ponpes) di seluruh Indonesia yang telah ikut dalam program eco-pesantren dengan kader lingkungan mencapai lebih kurang 2.700 orang.

Program eco-pesantren ini, diharapkan Gusti, dapat menjadi motor tindakan nyata dalam menjaga semua aspek lingkungan hidup, baik dari dalam lingkungan ponpes maupun masyarakat sekitarnya. “Setidaknya hal ini bisa mendorong kesadaran para santri untuk tidak berperilaku merusak lingkungan,” katanya.

Pasalnya, Gusti mengatakan, segala kerusakan lingkungan hidup, seperti fenomena pemanasan global, terjadi karena ulah manusia. “Sekarang, kita sedang menuai hasilnya dengan berbagai bencana akibat kerusakan alam,” ujarnya.

Henry menambahkan, program eco-pesantren ini bertujuan menggugah kesadaran umat Muslim agar lebih memahami dan peduli terhadap kondisi lingkungannya. “Ponpes akan menjadi pusat pembelajaran lingkungan bagi masyarakat,” katanya.

Agama dan lingkungan

Beberapa kegiatan eco-pesantren adalah pemberian materi keterkaitan ajaran agama dengan lingkungan hidup. Ada juga pembekalan kepada ponpes terkait pengembangan jejaring dan kemitraan ponpes dengan pihak luar dalam mengembangkan iptek dan wawasan kepada para santri.

Henry menambahkan, ponpes-ponpes itu akan diberi kesempatan menyusun proposal penyediaan sarana fisik pendukung eco-pesantren yang meliputi empat kategori, yakni perpustakaan berbasis lingkungan, layanan informasi lingkungan, pengelolaan sampah terpadu, sumber air bersih dan sanitasi ramah lingkungan, serta pemanfaatan lahan untuk kegiatan-kegiatan ramah lingkungan. “Setelah itu, ponpes-ponpes akan dinilai apakah layak menjadi ponpes ramah lingkungan dan percontohan,” kata Henry. (ENG)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: