Saatnya Ada Institusi Pendidikan Khusus Syariah

Herdaru Purnomo – detikFinance
Selasa, 10/11/2009 08:52 WIB

detikfinance

http://www.detikfinance.com/read/2009/11/10/085252/1238621/459/saatnya-ada-institusi-pendidikan-khusus-syariah

Jakarta – Minimnya sumber Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas kini masih menjadi tantangan bagi industri perbankan syariah di Indonesia.

SDM industri syariah kini bisa dibilang langka seiring dengan pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan industri perbankan syariah saat ini membutuhkan 22.521 pekerja. Sementara seluruh SDM yang ada sekarang baru mencapai 8000 karyawan.

Dari pertumbuhannya sendiri, perbankan syariah pada tahun 2008 pertumbuhannya mencapai 36 persen, sedang perbankan konvensional hanya 20 persen. Namun target BI mencapai pangsa pasar 5 % untuk tahun 2009 diprediksi masih sulit karena kurangnya SDM dan cara memasarkan produk-produk syariah.

Wakil Dekan II sekaligus salah satu pendiri dari Jurusan Magister Manajemen Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Adi Zakar Afiff mempunyai cara untuk meningkatkan SDM serta mensosialisasikan industri perbankan syariah di Indonesia.

Berikut wawancara detikFinance dengan Adi disela-sela acara Launching Magister Manajemen Syariah di Gedung Pasca Sarjana FEUI, Jakarta, Senin (09/11/2009).

Sebetulnya apa yang menjadi kendala perkembangan industri ekonomi dan perbankan syariah di Indonesia ?

Jika dilihat aspek dasar, memang SDM di industri syariah di Indonesia masih sangat minim. Terbukti dari data BI industri perbankan syariah saat ini membutuhkan 22.521 pekerja sementara itu, SDM yang ada saat ini baru mencapai 8.000 orang.

Selain SDM ?

Kedua, perlu adanya strategi dalam memasarkan perbankan syariah. Hal tersebut merupakan alasan mendasar sulit berkembangnya industri syariah di Indonesia sehingga pangsa pasar perbankan syariah-pun juga mengalami pertumbuhan yang melambat.

Pertama dari sisi SDM, bagaimana cara untuk mengembangkan SDM syariah ?

SDM syariah yang berkompeten bisa dihasilkan dari institusi khusus.

Misalnya ?

Program jurusan di Universitas atau Sekolah Tinggi dan Institusi Formal lainnya harus memulai dibuka kelas mengenai program ekonomi syariah dan perbankan syariah khususnya. Seperti salah satunya di Universitas Indonesia yang membuka Magister Manajemen Syariah hal ini akan menumbuhkan individu yang berkompeten dibidang syariah. Sebenarnya program-program seperti ini akan menumbuhkan SDM syariah di Indonesia dengan sangat pesat.

Ini bukan merupakan arena persaingan bagi para akademisi, walaupun ada namun persaingan ini merupakan persaingan yang sehat guna menumbuhkan perkembangan syariah di Indonesia.

Kemudian yang kedua, bagaimana cara memasarkan atau mensosialisasikan industri perbankan syariah?

Yang pertama harus dipikirkan bagaimana mencari sebuah costumer value, yakni perbandingan benefit yang akan diterima dan pengorbanan yang harus dikeluarkan seseorang dalam melakukan transaksi. Dalam proses pemasaran khususnya bagi industri syariah agar bekembang harus mengerti akan keinginan nasabah dan keuntungan yang akan didapatkan misalnya dengan menabung di perbankan syariah mereka terbebas dari masalah riba.

Selain itu diberikan pernjelasan dana yang disimpan nasabah digunakan untuk kepentingan sektor riil dan menggerakan perekonomian disamping adanya bagi hasil yang juga menarik.

Yang kedua yakni memakai strategic implications yakni menurunkan persepsi dimana tidak hanya masyarakat muslim saja yang dapat menggunakan produk perbankan syariah. Islam itu Rahmatan’Lil’Alamin atau untuk semua orang tidak terbatas perbedaan suku agama ras dan antar golongan. Itu isu penting yang harus dibangun untuk merubah imej perbankan syariah.

Kemudian yang ketiga, dengan memperkuat kembali hubungan dengan current costumer melalui investasi pemasaran pada emotional dimension. Atau melakukan pendekatan persuasif kepada seluruh nasabahnya melalu iklan-iklan di surat kabar maupun media elektornik.

Melalui cara-cara tersebut jika benar diterapkan apakah dapat menumbuhkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia ?

Paradox yang terjadi sekarang yakni 90 % share of muslim population less than 3 % share of islamic bank. Ini yang mesti kita optimistis untuk dirubah.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 200 juta seharusnya market share perbankan di Indonesia harus lebih dari 30 persen. Namun secara bertahap kita pasti bisa, tahun depan pertumbuhan hingga 5 % akan dapat dicapai seiring dengan banyaknya bank-bank syariah yang hadir berdampingan dengan bank konvensional.

Dari regulator sendiri apakah ada yang harus dibenahi dari regulasinya ?

Regulator sudah cukup baik dan mendukung. Terbukti dengan diterapkannya Undang Undang nomor 42 tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai yang memuat pajak ganda per Mei 2010 atau pengapusan pajak berganda itu sangat mendukung untuk bertumbuhnya market share perbankan syariah.
(dru/qom)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: