Gerindra Konsolidasi Internal

Kader Diminta Tidak Berorientasi pada Jabatan
Minggu, 7 Februari 2010 | 02:47 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/07/02471268/gerindra.konsolidasi.internal.

Jakarta, Kompas Tidak seperti kebanyakan partai politik lain, yang hingga sekarang masih terus melakukan berbagai manuver politik, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto meminta jajaran partainya lebih berkonsolidasi ke dalam sepanjang tahun 2010-2012.

Menurut Prabowo, sebagai parpol baru, konsolidasi internal harus dilakukan demi meningkatkan kualitas kader sehingga mereka tidak sekadar ikut-ikutan dan hanya berorientasi pada upaya mencari jabatan atau kekuasaan serta melupakan loyalitas terhadap partainya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo kepada Kompas, Sabtu (6/2) di sela-sela upacara peringatan hari jadi ke-2 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jalan Brawijaya, Jakarta. Acara berlangsung sederhana dan tertutup.

”Kami akan melakukan upaya konsolidasi selama tiga tahun mendatang. Dalam masa itu, kami akan memperkuat para kader partai supaya lebih militan. Diakui, kekurangan kami di pemilu kemarin memang masih di kader lapis bawah, terutama dalam hal menjaga kotak-kotak suara,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan para kader Partai Gerindra, baik yang sejak awal terlibat dalam partai maupun kader dari luar yang masuk bergabung ke partai, agar tetap loyal dan tidak sekadar ingin mencari posisi jabatan. Selain itu, mereka juga harus mampu bersikap disiplin.

Tanpa disiplin, ujar Prabowo, para kader Partai Gerindra tidak ubahnya sekadar menjadi gerombolan. Dia mengaku tidak mau memimpin gerombolan seperti itu. Prabowo juga menyindir orang-orang yang datang kepadanya mengaku ingin bergabung tetapi belum apa-apa sudah meminta jabatan atau ditempatkan di posisi tertentu.

”Mereka datang karena melihat Partai Gerindra sudah menjadi partai besar. Tetapi, repotnya belum apa-apa, belum berkeringat, sudah meminta jabatan. Saya tegaskan, kami tak membutuhkan orang seperti itu. Biarlah Partai Gerindra diisi anak-anak muda yang berhati bersih dan peduli rakyat,” ujar Prabowo.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah sindiran Prabowo dalam pidatonya, terutama terkait loyalitas, tidak berorientasi jabatan, dan harus disiplin, sebagai teguran yang berangkat dari kondisi riil di internal parpol saat ini.

Menurut Muzani, pernyataan yang disampaikan Prabowo itu lebih bersifat peringatan dan masukan agar para kader Partai Gerindra mau belajar dari kesalahan dan persoalan yang dialami partai-partai politik lain bahwa ketiga isu tersebut bisa menjadi awal perpecahan.

Sementara itu, terkait isu kader berorientasi jabatan, Muzani mengakui, selama ini pihaknya kewalahan menghadapi tingginya minat dan harapan masyarakat yang ingin masuk dan bergabung menjadi pengurus Partai Gerindra di semua tingkatan.

Padahal kenyataannya, tidak semua kader bisa menduduki jabatan tertentu karena memang harus ada proses seleksi, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Muzani mengakui, di beberapa kepengurusan di tingkat provinsi (DPD) memang terjadi sejumlah persoalan, seperti di DPD Jawa Timur, yang ketuanya terpilih menjadi anggota DPR.

Dalam situs resmi Partai Gerindra, http://www.partaigerindra.or.id disebutkan, kepengurusan di sana terpecah setelah muncul dua surat keputusan (SK) kepengurusan DPD Partai Gerindra Jatim, antara Rindoko Wahono Dingit dan Gutfan Arif.

Mengutip situs itu, Gutfan, Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, disebut-sebut mendapatkan mandat dari Prabowo untuk menyusun kepengurusan baru DPD Partai Gerindra Jatim. Adapun Rindoko mengantongi SK yang ditandatangani Ketua Umum DPP Suhardi dan sekjen Ahmad Muzani.

Terkait dengan hal itu, Muzani mengatakan, persoalan itu sudah selesai. Namun, dia juga mengakui telah menandatangani enam SK pembekuan dan reposisi kepengurusan DPD. Selain Jatim, beberapa DPD lainnya, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, juga dibekukan dengan berbagai alasan. Salah satunya karena gagal memenuhi target perolehan suara dalam Pemilu 2009.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengatakan, pihaknya berencana menggelar semacam apel kesetiaan pada 27 Februari di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang merupakan tempat tinggal dan peternakan milik Prabowo.

Acara itu sekaligus juga menjadi ajang konsolidasi dan juga pembenahan, baik di tingkat kepengurusan, fraksi, maupun kader. (DWA)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: