Desmond J Mahesa, Jangan Sampai Komisi Ini Dianggap Corong Pemerintah

WAWANCARA
Minggu, 29 November 2009, 00:06:04 WIB

http://www.rakyatmerdeka.co.id/wan/hal/1/view/162/Desmond-J-Mahesa,-Jangan-Sampai-Komisi-Ini-Dianggap-Corong-Pemerintah

Benarkah Anda menggalang aksi mosi tidak percaya terhadap ketua Komisi III?

Desmond J Mahesa. Foto pribadi: Imam Samroni

Kalau penggalangan politik tidak. Namun, kalau ada per­nya­taan sikap dari beberapa anggota ten­tang mosi tidak percaya ke­pada ketua Komisi itu benar. Pernyataan kami muncul karena sikapnya yang suka-suka saja dalam memimpin sidang. Sebab, kalau sidang tidak berjalan baik, akhirnya yang dikecam oleh mas­yarakat adalah institusi Komisi III, bukan hanya Benny K Har­man sebagai ketua komisi.

Kami, sebagai anggota dari komisi III, tentu tidak ingin kalau dinilai bahwa komisi yang membidangi masalah hukum di­katakan menjadi milik peme­rin­tah. Misalnya, karena rapat de­ngar pendapat dengan kapolri dan terlihat diam saja, akhirnya mas­ya­rakat menilai kalau Komisi III adalah corongnya kepolisian. Pa­dahal, itu tidak benar.

Apalagi, ki­ta tahu kalau Benny itu adalah representatif dari Partai De­­mo­krat. Jangan sampai orang meng­ganggap kalau Komisi ini adalah stempel dari Partai De­mo­krat atau corong bagi pemerintah.

Sikap dan latar belakang po­litik Benny itulah yang membuat kita melihat ada keanehan terha­dap gaya kepimpinannya. Se­hing­ga akhirnya, kami di Komisi III seolah-olah ada di bawah Demokrat. Padahal, pandangan politik kita berbeda. Untuk itu, seharusnya perbedaan seperti inilah yang diperhatikan oleh pimpinan sidang.

Kami ingin menegaskan bahwa anggota Komisi III tidak sama de­­ngan Benny. Ketidakberesan da­­lam internal di
Komisi III, ja­ngan sampai rakyat menilai ini se­bagai masalah bersama. Karena ja­ngan sampai apa pun yang
ter­jadi di Ko­misi III belakangan ini, di­ang­gap sebagai produk Komisi III.

Apakah benar ketua Komisi sering memutus sidang secara sepihak?

Sikapnya justru cenderung arogan, merasa paling berkuasa, mengingat dirinya berasal dari partai penguasa.
Misalnya, dalam melihat ma­­salah yang dihadapi pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rian­to dan Chandra M Hamzah, kita harus hati-hati. Masalahnya, ketua Komisi memutuskan pe­nun­daan sidang sampai awal tahun. Kalau sidang baru dimulai awal tahun, maka bisa diber­hentikan dari KPK karena tidak melakukan apa-apa akibat tidak ada sikap politik dari Komisi III.

Hal itulah yang sebenarnya menjadi kekhawatiran teman-teman di Komisi III. Seandainya sebelum terbit Perppu Plt
Pim­pinan KPK keluar kita dimintai pandangannya mengenai hal itu, tentu kita akan menolaknya. Sesuai dengan putusan Mah­ka­mah Konstitusi (MK), Bibit dan Chandra harus dikembalikan ke posisinya semula.

Kami mengkhawatirkan ada upaya untuk tak menjalankan putusan MK sehingga nanti ada alasan untuk memberhentikan Bibit dan Chandra. Kami sedang mencermati ala­san-alasan penundaan sidang yang begitu lama. Kami, dari Fraksi Partai Gerindra, sudah berkomitmen kalau ada skenario penundaan sidang ini untuk membuka peluang pemecatan terhadap Bibit dan Chandra, maka kami akan menentangnya.

Apa target dari mosi tidak percaya ini?

Dengan kepemimpinan seperti itu, maka jelas itu merugikan se­muanya, termasuk rakyat sen­diri. Karena itu kami tidak percaya dengan kepemimpinan Benny K Harman. Sebab, harus dia tidak bisa membedakan kepen­tingan partainya dengan perannya di komisi ini. Kalau itu tidak bisa membedakan hal itu, lebih baik dia mundur saja dari jabatannya sekarang. Sebab tidak menutup kemungkinan kami mendesak dirinya untuk diganti jika selalu berbuat seperti itu.

Selama ini kita perhatikan, sudah ada beberapa catatan me­nge­nai dirinya sebagai seorang ketua komisi. Mulai dari rapat de­ngan Kapolri, Kejaksaan Agung, dan terakhir, Gayus Lumbuun sampai keluar saat rapat kerja dengan institusi tersebut. Apakah dengan memintanya (Gayus) turun dari kursinya, merupakan solusi yang terbaik?

Yang harus diingat, dia terpilih sebagai ketua komisi bukan ka­rena dipilih oleh anggota ko­mi­si, tetapi karena dipilih oleh frak­sinya. Kami tidak pernah memi­lih­nya untuk menjadi pemimpin kami di Komisi III ini. Jadi, kalau kami meminta agar dia diganti, sah-sah saja dengan alasan pe­langgaran kode etik dewan yang menempatkan kepentingan di­rinya dan partainya saja, bukan sebagai anggota DPR.

Kalau diduga melanggar kode etik mengapa tak dilaporkan ke Badan Kehormatan?

Kita akan kaji sejauh mana dia melanggar etika anggota dewan, undang-undang yang ada dan hal lainnya lagi.
Bukti-bukti tersebut selanjutnya akan kita sampaikan kepada Dewan Kehormatan untuk ditindaklanjuti, Proses
selanjutnya tinggal menunggu siapa pengganti Benny.

Bila dia dicopot lalu siapa yang akan dipilih sebagai peng­gantinya?

Hal itu kita serahkan kepada Frak­si Demokrat untuk me­mi­lih­nya. Yang kita inginkan orang yang memimpin komisi harus bijak dalam membedakan ke­pen­tingan politik partainya dengan peran dirinya sebagai ketua ko­mi­si. Pada dasarnya, tuntutan yang kita lakukan ini bukan ke­pa­da Ben­ny secara personal, me­lain­­kan gaya kepimpinannya yang tidak piawai dalam mem­ba­wa as­pi­rasi, dan belakangan cen­de­rung membuat keputusan sepihak.

Sebenarnya saya mengenal Benny sebagai politisi yang cer­das, kritis dan berani. Mungkin ka­rena posisinya yang selalu mendapatkan tekanan, akhirnya dia kurang bijak dalam menem­pat­kan dirinya pada posisi ketua komisi dan kader partai.

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: