Merombak Sistem “Hukou”

CHINA
Sabtu, 6 Maret 2010 | 03:31 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/06/03315952/merombak.sistem.hukou

Menyadari potensi krisis sosial pada masa mendatang, Pemerintah China berniat menghapus peraturan perundang-undangan yang tidak berpihak kepada kaum miskin, terutama jutaan pekerja migran. Pemerintah China akan melipatgandakan belanja sosial untuk mempersempit gap kaya-miskin.

Dalam pidato pembukaan Kongres Nasional China, Jumat (5/3), Perdana Menteri China Wen Jiabao berjanji akan memenuhi kebutuhan keamanan sosial bagi masyarakat kelas bawah. ”Kita akan bergerak lebih cepat untuk membangun jaring pengaman sosial yang lebih baik bagi penduduk kota dan desa,” kata Wen di hadapan hampir 3.000 delegasi yang hadir.

Jurang kaya-miskin terlebar tercatat pada 2009 sejak China meluncurkan transformasi ekonomi, tiga dasawarsa lalu. Pendapatan per kapita di perkotaan mencapai 17.175 yuan (Rp 23,3 juta) tahun 2009, lebih dari tiga kali lipat pendapatan per kapita di pedesaan yang hanya 5.153 yuan (Rp 6,9 juta).

”Kita tidak hanya akan membuat kue kesejahteraan sosial lebih besar, tetapi juga mendistribusikan dengan lebih adil berdasarkan sistem distribusi pendapatan rasional,” katanya.

Anggaran belanja sosial naik 11,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Laporan Kementerian Keuangan menyebutkan, pemerintah akan membelanjakan 807,8 miliar yuan untuk sektor pendidikan, layanan medis dan kesehatan, keamanan sosial, lapangan kerja, permukiman bagi penduduk berpendapatan rendah, serta kebudayaan.

Selain menambah anggaran belanja sosial, China berencana mereformasi sistem pendaftaran rumah tangga, dikenal sebagai hukou. Sistem itu dikecam karena meniadakan akses 230 juta pekerja migran atas jaring pengaman sosial pemerintah saat mereka meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di kota-kota besar dan kantong-kantong ekonomi.

”Pemerintah akan mereformasi sistem pendaftaran rumah tangga dan melonggarkan persyaratan pendaftaran rumah tangga di kota-kota kecil dan menengah,” kata Wen. Artinya, sistem itu masih berlaku di kota-kota besar, seperti Beijing dan Shanghai.

Sistem hukou mencegah orang mendapat kesejahteraan sosial, seperti tunjangan pengangguran dan asuransi kesehatan, di kota yang baru. Sistem itu juga menghalangi mereka mendapat perumahan dan pekerjaan tertentu.

Hambat transformasi

Pemerintah China telah lama mengungkapkan niat untuk mereformasi hukou, tetapi dengan diangkatnya isu itu dalam Kongres Nasional China membuat reformasi hukou prioritas nasional. Pemerintah semakin jelas melihat bahwa hukou menghambat rencana transformasi ekonomi dari yang semula sangat bergantung pada ekspor menjadi lebih berimbang dengan konsumsi domestik.

Para ekonom mengatakan, konsumen akan sulit membelanjakan uang jika pendapatan mereka tersedot untuk belanja sosial yang tidak bisa mereka dapatkan karena hukou. Hukou juga dipandang sebagai pemicu kerusuhan pada masa mendatang oleh rakyat kelas bawah.

Dalam sebuah editorial bersama, sebanyak 13 surat kabar besar milik pemerintah di China pada pekan ini menyerukan penghapusan hukou dan menyebut sistem itu ”membelenggu hak rakyat”. Pengamat juga menyebut hukou sebagai bentuk ”segregasi”.

Meskipun tidak menyinggung kerusuhan antipemerintah di Tibet pada 2008 serta bentrokan antara kelompok etnis Uighur dan etnis Han pada 2009, Wen mengatakan akan ada upaya khusus untuk meningkatkan taraf hidup golongan minoritas.

”Kehidupan, kekuatan, dan harapan bangsa China terletak dalam pencapaian solidaritas dan kemajuan bersama antarkelompok etnis,” ujarnya.

”Sentimen publik negatif dan ketidakstabilan sosial meningkat cepat di China. Ini bukan isu baru. Hanya, saat ini isu-isu itu menjadi lebih berat dan lebih jelas, dan bisa membawa konsekuensi sosial dan politis,” kata Yang Fengchun dari Peking University. (ap/afp/xinhua/fro)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: