Prosedur “E-voting” Perlu Diperjelas

MESIN PEMILIHAN ELEKTRONIK
Sabtu, 3 April 2010 | 03:55 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/03/03554057/prosedur.e-voting.perlu.diperjelas

Jakarta, Kompas – Putusan Mahkamah Konstitusi yang memperbolehkan penggunaan mesin pemilihan elektronik (electronic voting atau e-voting) disambut positif oleh berbagai kalangan karena bisa mendorong kemajuan penggunaan teknologi informasi di Tanah Air serta membawa penghematan yang besar dalam pembiayaan pemilu. Namun, sebelum diterapkan, penggunaan mesin suara elektronik itu perlu diperjelas prosedur dan landasan hukumnya.

Kepala Bidang Sistem Informasi dan Komputasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dwi Handoko di Jakarta, Kamis (1/4), mengatakan, berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPPT terhadap mesin pemilihan elektronik yang sudah digunakan dalam pemilihan kepala dusun di Jembrana, Bali, BPPT menyarankan agar sistem pada mesin pemilihan itu diaudit ulang oleh lembaga independen sebelum digunakan pada pemilu kepala daerah.

Mesin itu tidak bermasalah ketika digunakan dalam skala pemilihan yang kecil. Namun, untuk pemilu kepala daerah yang mencakup wilayah yang luas dan ada pemindahan data dari tempat pemungutan suara ke kabupaten, penggunaan mesin itu butuh penyesuaian.

”Prosedur penggunaan dan penanganan mesin saat mesin tidak berfungsi harus diatur secara jelas dan tertulis,” lanjutnya.

Persoalan prosedur yang harus diatur itu misalnya bagaimana cara mengunci dan siapa yang berhak mengunci data yang masuk setelah proses pemilihan selesai dilakukan di tempat pemungutan suara. Hal ini harus ditegaskan karena data suara yang masuk dan tersimpan dalam mesin itu bersifat sangat rahasia.

Pengamanan

Dwi menambahkan, teknologi pengamanan juga perlu ditambah. Sebelum digunakan, perangkat lunak (software) yang ada dalam mesin itu perlu diperiksa oleh lembaga independen, bahwa tidak ada kecurangan di dalamnya dan perangkat lunak itu dikunci oleh lembaga independen.

Setelah pemilihan, perangkat lunak harus dicek kembali. Jika terjadi perubahan kunci perangkat lunak, berarti sistem di dalam mesin sudah diubah. Kondisi ini merupakan indikasi terjadinya manipulasi data yang sudah tersimpan di dalam mesin.

Organisasi penanggung jawab mesin pemilihan juga harus dipastikan. Jika mesin tidak bekerja secara tiba-tiba atau terjadi kerusakan, misalnya akibat aliran listrik putus, orang yang berhak membenahi harus ditentukan secara jelas. ”Tidak boleh sembarang orang membetulkannya karena menyangkut kerahasiaan data di dalamnya,” ujarnya.

Secara terpisah, peneliti Pusat Reformasi Pemilu (Cetro), Ismail Fahmi, mengatakan, penggunaan mesin pemilihan elektronik memang bisa mendorong pelaksanaan pemilu yang murah, efektif, dan sederhana. Akan tetapi, sebelum mesin itu digunakan sebagai pengganti mencoblos atau mencontreng, perlu dipertegas aturannya terlebih dahulu. Komisi Pemilihan Umum perlu segera menerbitkan aturan yang mengatur penggunaan sistem baru itu dan menentukan tata cara serta sahnya pemberian suara melalui mesin pemilihan elektronik.

”Tanpa landasan hukum yang jelas, keabsahan penggunaan mesin suara elektronik bisa menimbulkan kekacauan,” katanya.

Sosialisasi penggunaan cara baru dalam pemilihan ini juga perlu digencarkan. Saat ini, masyarakat masih dibingungkan dengan cara pemilihan dalam pilkada yang kembali menggunakan mencoblos, bukan mencontreng seperti dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden lalu. Kini, perubahan sistem itu belum tersosialisasi, sudah ada mekanisme pemberian suara yang lain, yaitu dengan menggunakan mesin suara elektronik. (MZW)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: