KPU Jembrana Tunggu Kepastian dari Pusat

TEKNIK PEMILU
Rabu, 7 April 2010 | 03:48 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/07/03483497/kpu.jembrana.tunggu.kepastian.dari..pusat

Jakarta, Kompas – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jembrana, Bali, menunggu kepastian KPU Pusat, apakah pemilu kepala daerah di kabupaten itu akan menggunakan cara mencoblos atau menggunakan mesin pemilihan elektronik (e-voting). Putusan KPU Pusat itu dibutuhkan segera karena masa akhir jabatan Bupati Jembrana adalah 10 November 2010.

”Mau apa pun caranya, mencoblos atau dengan e-voting, KPU Jembrana siap melaksanakan,” kata Ketua KPU Jembrana I Putu Wahyu Dhiantara saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/4).

Semula, pemungutan suara Pilkada Jembrana akan dilakukan pada 29 Agustus mendatang dan tahapan pilkada dimulai awal Maret. Namun, karena anggarannya belum jelas, KPU terpaksa mengundurnya untuk waktu yang belum ditentukan.

Kini, Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah menyediakan anggaran Rp 6,3 miliar untuk pilkada putaran pertama dan pilkada susulan putaran pertama.

Jika menggunakan mesin pemilihan elektronik, jumlah pemilih dalam satu tempat pemungutan suara (TPS) minimal 1.000 orang. Adapun jika mencoblos, satu TPS diperuntukkan maksimal 600 pemilih. Dengan sekitar 218.000 pemilih di Jembrana, akan dibutuhkan 200 TPS jika menggunakan mesin elektronik atau 450 TPS jika mencoblos. Harga satu set mesin pemilihan elektronik di setiap TPS mencapai Rp 15 juta.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Reformasi Pemilu (Cetro) Hadar N Gumay mengatakan, untuk memenuhi aspirasi sejumlah pemerintah daerah yang ingin menggunakan mesin pemilihan elektronik, pengaturan soal mekanisme pemberian suara itu cukup diatur dengan peraturan KPU. Aturan ini bersifat sementara hingga aturan yang lebih tinggi tentang penggunaan mesin elektronik tersedia.

”Jangan sampai aspirasi masyarakat yang kuat dan sudah dilegitimasi MK tidak bisa dijalankan hanya karena belum siapnya aturan perundang-undangan yang ada,” katanya.

Jika menggunakan peraturan KPU, waktu untuk membuat aturan teknis penggunaan mesin pemilihan elektronik serta perubahan sistem dan struktur pemilunya dapat disusun lebih singkat dibandingkan jika melalui perubahan undang-undang.

Hadar menambahkan, mekanisme pemberian suara dengan mesin pemilihan elektronik tetap mengacu kepada asas pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. (MZW)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: