“E-Voting” Belum Siap Dilakukan

Regulasi dan Anggaran Belum Siap
Sabtu, 10 April 2010 | 04:00 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/10/04004991/e-voting.belum.siap.dilakukan

Jembrana, Kompas – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jembrana, Bali, siap melaksanakan Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Jembrana berbasis elektronik atau e-voting, selama regulasi dan anggarannya sudah siap. Namun, sampai saat ini, ternyata anggaran dan aturannya belum siap.

Dengan demikian, bisa dipastikan pemilihan bupati meleset dari jadwal. Menurut Ketua KPU Kabupaten Jembrana I Putu Wahyu Dhiantara yang ditemui di Jembrana, Jumat (9/4), KPU Kabupaten Jembrana sudah secara resmi mengeluarkan ketetapan pembatalan Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Jembrana pada 19 Februari lalu. Pasalnya, anggaran pilkada yang semestinya dicairkan pada 18 Februari belum juga dilaksanakan.

Anggaran Pilkada Jembrana putaran I sebesar Rp 6,3 miliar dan putaran II sebesar Rp 2 miliar. Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara itu untuk pilkada dengan sistem mencontreng surat suara, seperti pada Pemilu 2009. Semula, jadwal diawali pemutakhiran data pemilih 27 Februari 2010 dan pelaksanaan pilkada putaran I pada 26 Agustus 2010. Masa jabatan Bupati Jembrana Winasa berakhir pada 15 November.

Namun, pemutakhiran data pemilih belum dapat dilaksanakan. Wahyu mengakui, Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah melakukan uji coba sistem pemilihan secara elektronis. Namun, baru pada tingkat dusun.

”Ini baru satu dusun ke dusun yang lain. Bayangkan kalau pilkada yang dilakukan serentak di seluruh kabupaten. Kalau secara teknis tidak cermat dan tidak matang, kami juga yang kerepotan,” kata Wahyu.

Dewa Gede Ary Candra, Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana, yang ditemui di kantornya, menjelaskan, saat ini ada 21 alat yang digunakan untuk e-voting.

Mengenai kemungkinan terjadi rekayasa atau kecurangan dalam pelaksanaan e-voting, Candra mengatakan, hal-hal tersebut sudah diantisipasi. ”Justru konsep e-voting ini berawal dari kekisruhan daftar pemilih tetap pada Pemilu 2009. Kami tak ingin terjadi lagi,” katanya.

Partai politik peserta Pilkada Kabupaten Jembrana juga menyatakan siap menerima penggunaan mesin pemilu elektronik itu. Namun, KPU dituntut untuk memastikan kelayakan dan kesiapan sistem serta sumber daya yang menggunakan alat itu.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar Jembrana I Ketut Widastra dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Jembrana I Made Kembang Hartawan.

”Kami tidak alergi dengan perubahan cara pemilihan dalam pemilu, asalkan sistem itu tetap menjamin pemilu yang luber dan jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil),” kata Widastra yang juga Wakil Ketua DPRD Jembrana. ”Jika tidak menjamin luber dan jurdil, hasil penggunaan alat itu bisa dituntut,” ujar Hartawan yang juga Ketua DPRD Jembrana.

Menurut Widastra, pada simulasi penggunaan mesin pemilihan elektronik di DPRD Jembrana, 6 April lalu, yang dihadiri tokoh masyarakat desa, terungkap bahwa mekanisme kerja mesin itu masih mengalami masalah. Salah satu hambatan yang muncul adalah saat peserta simulasi memilih pilihan nomor 1, hasil yang muncul justru nomor 2. Selain itu, proses kerja alat tersebut juga sangat lambat. ”DPRD sudah menyarankan kepada pemerintah untuk segera memperbaiki sistem yang ada,” ujarnya. (IDR/MZW)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: