Kaum Lipovan Bertahan di Delta Donau

ROMANIA
Senin, 12 April 2010 | 04:00 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/12/04004216/kaum.lipovan.bertahan.di.delta.donau

Babushka Yuliana Mitry masih bisa menyanyikan syair puluhan lagu kuno yang dibawa kaum Lipovan ke Delta Sungai Donau atau Danube di Romania saat mereka melarikan diri dari penyiksaan di Rusia hampir 300 tahun lalu.

Namun sementara minoritas etnis Rusia-nya berjuang untuk mempertahankan adat istiadatnya dalam dunia yang terglobalisasi, nenek berusia 69 tahun itu mengkhawatirkan lagu-lagu Lipovan suatu hari akan hilang selamanya.

Kaum Mitry meninggalkan tumpah darah historis mereka sekitar tahun 1740, mencari perlindungan di sebuah pojok Delta Danube, yang kini adalah situs warisan dunia UNESCO, di mana mereka bertahan melalui kekuasaan Ottoman dan diktator komunis.

Disebut juga ”Penganut Tua”, mereka menghadapi penganiayaan setelah menolak untuk menerima ritual-ritual baru yang diberlakukan pada Gereja Kristen Ortodoks oleh pemimpin gereja Rusia waktu itu, Patriarch Nikon, menurut sejarahwan Alexandr Varona.

Terletak antara danau-danau air tawar dan rawa-rawa penuh ilalang, beberapa kilometer dari Laut Hitam, Sarichioi adalah tempat tinggal salah satu komunitas Lipovan tertua.

Ini termasuk Romania, tetapi bahasa yang terdengar di jalan-jalan desa adalah bahasa Rusia.

”Dari 3.867 penduduk, hanya sekitar 100 yang etnis Romania,” kata Vasile Dolghin, ketua komunitas Lipovan setempat.

Sekitar Paskah, misa-misa selama tiga atau empat jam dirayakan menurut ritual ortodoks kuno, siang dan malam.

Mengenakan rok panjang dan selendang kepala berbunga-bunga cerah, ratusan perempuan menghadiri ritual itu di tempat yang terpisah dari kaum pria.

Melihat banyaknya umat yang memenuhi dua gereja utama, orang akan mengira tradisi Lipovan tumbuh subur.

”Namun, keadaan telah berubah banyak. Sebagian besar kaum muda telah pergi bekerja di kota atau di luar negeri. Walau mereka tahu bahasa Rusia, mereka lebih suka berbicara bahasa Romania, yang lebih mudah,” kata nenek Mitry.

Terisolasinya Delta Danube membantu kaum Lipovan mempertahankan tradisi leluhur mereka selama 200 tahun, sampai awal abad lalu. Namun, setelah Perang Dunia II, komunis memberlakukan urbanisasi dan kolektivisasi. Setelah jatuhnya kediktatoran komunis tahun 1989, bepergian dan belajar ke luar negeri menjadi lebih mudah, sehingga lebih banyak lagi orang Lipovan yang pergi.

Setelah tahun 1989, komunitas Lipovan bersama minoritas lain meminta Pemerintah Romania agar anak-anak diperbolehkan belajar dalam bahasa ibu mereka. Kini murid SD dan SMP antara lain mendapat pelajaran tradisi Lipovan.

Setelah bertahun-tahun pengabaian, Rusia telah mulai mendukung kaum Lipovan dengan mengirimi mereka buku-buku. Namun, kaum Lipovan tidak mempunyai keinginan untuk ”bermukim kembali” di Rusia.

”Jiwa kami adalah jiwa Rusia, tetapi negara kami adalah di mana kami lahir, di mana kami menjadi dewasa, itu adalah Romania,” kata Dolghin. (AFP/DI)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: