Muhammad Izzat Darwazah Wa Tafsir Alquran Al-Karim

“Muhammad Izzat Darwazah Wa Tafsir Alquran Al-Karim” karya Farid Mustafa Sulaiman (Riyad: al-Mamlakat al-Arabiyah al-Su’udiyah,1993)

SERI KAJI BUKU STUDI ISLAM NUSANTARA
Senin, 3 Mei 2010 pukul 14.00-16.00 WIB
di Ruang Sidang MSI UII, Jl. Demangan Baru no. 24 Lt. 2 Yogyakarta
Buku : “Muhammad Izzat Darwazah Wa Tafsir Alquran Al-Karim” karya Farid Mustafa Sulaiman (Riyad: al-Mamlakat al-Arabiyah al-Su’udiyah,1993)
Pengkaji :
1.Prof. Zaini Dahlan (Ulama Pengkaji Qur’an)
2.Adib Susila (Ketua Dewan Pendiri yayasan NUN-XXV)

Program Pasca Sarjana Magister Studi Islam
Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia
Bekerjasama dengan Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia

Untuk menjawab kekinian dan mengikhtiarkan kejayaan Islam, Alquran menjadi pedoman kehidupan dan keseharian kaum muslim. Upaya untuk memahami pesan Alquran selalu mengemuka, senyampang dengan tantangan, tuntutan, dan kebutuhan umat. Karena itu, selama empat belas abad lebih, khasanah intelektual dan kepustakaan Islam diperkaya dengan berbagai perspektif dan pendekatan untuk memahami dan menafsirkan Alquran.

Secara umum, terdapat kecenderungan dan karakteristik dalam pemahaman kitab suci secara ayat per ayat, bahkan kata per kata, di samping pemahaman berdasar filologis-gramatikal. Salah seorang sarjana muslim yang mengkritik pemahaman Alquran sebagaimana tersebut di atas adalah Muhammad Izzat Darwazah melalui karyanya “at-Tafsir al-Hadis“ (Kairo: Isa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1962). Menurutnya, dengan cara-baca Alquran sebagaimana diatas –di samping telah menghasilkan pemahaman yang parsial tentang pesan Alquran– juga sering menanggalkan ayat dari konteks dan aspek sosio-historisnya untuk membela sudut pandang tertentu, baik dalam aspek teologis, filosofis, sufistis, maupun fiqh (hukum Islam). Oleh karena itu, agar kaum muslim dapat memahami kitab suci ini secara utuh dan komprehensif, harus dimulai dari perumusan metodologi cara-baca (tafsir) Alquran. Kaidah cara-baca dimaksud adalah taat-asas kepada akar spiritual, ideal-moral, serta mampu menjawab tantangan kontemporer. Upaya perumusan ini yang seharusnya menjadi keutamaan. Sebab, tanpa metodologi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu dan agama, upaya-upaya untuk membumikan pesan Alquran serta menjadikannya sebagai pedoman kaum muslim dalam menghadapi tantangan jaman tak akan banyak membawa hasil.

Kitab Muhammad Izzat Darwazah wa Tafsir Alquran al-Karim

Untuk mengapresiasi lebih jauh cara-baca Alquran yang ditawarkan Darwazah di atas, Farid Mustofa Sulaiman memajukan studi kritisnya melalui “Muhammad Izzat Darwazah wa Tafsir Alquran al-Karim“ (Riyad: al-Mamlakat al-Arabiyah al-Su’udiyah,1993). Alquran menyebut dirinya sebagai petunjuk (guidance) bagi manusia yang padu, kohesif, dan tidak mengandung kontradiksi. Ia adalah wahyu Ilahi yang diturunkan dalam situasi historis yang konkrit –bukan dalam kekosongan– yang berisikan berbagai solusi, komentar, serta tanggapan terhadap konteks ruang-waktu yang dihadapi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Kitab suci ini diwahyukan secara gradual sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan komunitas kaum muslim yang awal. Realitas ini mengindikasikan bahwa untuk memahami pesan Alquran tidak bisa dilepaskan dari pemahaman yang sungguh-sungguh dan serius terhadap konteks kesusastraan (literer), historis, dan kronologisnya. Akan tetapi, ironisnya, ketiga komponen tafsir ini jarang diterapkan secara terpadu dan kritis dalam sejarah perkembangan tafsir Alquran.

Lebih jauh lagi dikatakan Farid Mustofa Sulaiman, bahwa fenomena kehadiran materi-materi konteks sosio-historis Alquran dalam tafsir-tafsir klasik seringkali hanya merupakan pajangan karena tidak terintegrasi secara fungsional. Begitu juga, penerapan analisis konteks kesusastraan, cenderung menanggalkan konteks sosio-historis dan kronologi kitab suci ini. Pengabaian salah satunya berarti hanya akan mendistorsi gagasan-gagasan Alquran, yang karateristik umum ini bahkan berlanjut hingga dewasa ini.

Beranjak dari keterpaduan penerapan ketiga komponen tersebut, Seri Kaji Buku Studi Islam Nusantara yang ke-3 akan mendiskusikan buku Farid Mustafa Sulaiman. Selamat mengkaji.(Yusdani, koordinator program PSI UII)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

One response to “Muhammad Izzat Darwazah Wa Tafsir Alquran Al-Karim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: