Membalik Kutukan Internet dan Globalisasi

Terobosan dari Patehan
Sabtu, 29 Mei 2010 | 12:08 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/29/12085425/membalik.kutukan.internet.dan.globalisasi

Beginilah kira-kira wajah kampung masa depan. Semua agenda kampung dimuat secara online via situs pertemanan, web, atau blog. Undangan kerja bakti hingga laporan keuangan rutin kampung diunggah dan terbuka bagi semua warga. Jadwal rondanya pun ditampilkan.

Ketika hal-hal seperti itu masih mimpi di tempat lain, tidak demikian di RT 36, Kampung Taman, Patehan, Kraton, Yogyakarta. Warga RT 36 telah melangkah jauh dibandingkan dengan kampung lain dalam hal ini.

Sejak setahun terakhir, lingkungan RT yang berlokasi persis di sisi barat situs Tamansari ini memanfaatkan teknologi informasi, khususnya internet, untuk memudahkan kehidupan pribadi dan kehidupan sosial warganya.

Hebatnya RT 36 bukanlah wilayah permukiman elite dengan warga berkantong tebal dan berpendidikan tinggi. Mayoritas warga ada di kelas menengah ke bawah yang kebanyakan pengusaha kecil dan penjual jasa.

Di kampung ini, dari 25 rumah warga, sebanyak 23 di antaranya sudah tersambung internet. “Dua rumah yang tidak tersambung internet karena penghuninya sudah sepuh,” kata Ketua RT 36 Heri Sutanto, penggagas Kampung Cyber, Jumat (28/5).

Pos ronda kampung ini juga dilengkapi komputer yang tersambung internet yang bebas diakses siapa pun juga. Saat ini, hampir semua warga dari berbagai lapisan usia telah melek internet.

Jaringan internet itu dipasang swadaya oleh warga yang diprakarsai Heri bersama seorang warganya, Agustinus Sasongko (Koko). “Awalnya hanya ingin menampilkan profil potensi kampung kami agar dikenal luas, seperti di bidang ekonomi, wisata, seni, lingkungan, dan budaya,” kata Heri.

Namun, ide itu lalu meluas menjadi menghubungkan semua warga dengan internet. Heri dan Koko berpikir, jika semua warga bisa memiliki akses internet, segala kegiatan kemasyarakatan bisa lebih mudah terinformasikan. Berbagai usaha yang dijalankan warga juga akan terbantu untuk publikasinya.

Awalnya hanya tujuh warga yang bersedia memasang internet dan membayar tagihan bulanan yang ditanggung bersama. Pelatihan selama satu minggu kepada warga yang seluruhnya belum mengetahui komputer, apalagi internet, pun dijalankan.

Kerja keras Heri dan Koko meyakinkan warga membawa hasil. Setelah berjalan hampir setahun, warga yang tadinya enggan berbondong-bondong ikut setelah mengetahui warga yang ikut memperoleh banyak manfaat, khususnya dalam bidang usaha mereka. Iuran tagihan internet yang semula Rp 80.000 per bulan jadi lebih murah karena banyak yang ikut dan menjadi hanya Rp 40.000 per bulan. Kecepatan akses intenet mencapai 1 mbps.

Hadirnya internet di kampung ini juga dinilai warga makin menguatkan keguyuban antarmereka. Mereka seperti membalik kutukan internet dan globalisasi, yaitu membuat ikatan sosial melemah dan cenderung membuat orang individualistis.

“Dengan internet, warga yang beraktivitas di luar bisa terus mengikuti perkembangan kampung mereka. Mereka juga sering berkumpul untuk membahas persoalan-persoalan terbaru terkait komputer dan internet,” kata Koko, yang berprofesi sebagai desainer grafis lepas.

Inisiatif memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bersama yang muncul dari warga di pelosok perkampungan ini bisa menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain. Mereka tumbuh sendiri tanpa menunggu bantuan pemerintah yang memang tidak pernah ada, meskipun DIY sempat mengklaim sebagai “Yogyakarta Cyber Province”.

Mereka menolak cuma menjadi penonton di era cyber. (Mohamad Final Daeng)

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: