e-Parlemen DIY: Yang Mewakili dan Diwakili Dalam Dunia Maya

Paper disusun untuk tugas matakuliah Politik Representasi & Mediasi Demokrasi, SPS 638P, Semester I 2010-2011, Pengajar: Prof. Dr. Heru Nugroho dan Tim

Hadirnya situs-situs parlemen, sebagai media penyampaian aspirasi ke parlemen yang lebih cepat dan mudah, menarik untuk diapresiasi. Peresmian situs DPRD Propinsi DIY (http://www.dprd-diy.go.id, selanjutnya ditulis: e-Parlemen) sebagai bentuk e-Parliament propinsi yang pertama di Indonesia, Sabtu Pon 30 Juli 2005, mampu memikat daerah lain untuk berlomba-lomba membangun situs sejenis. Dengan demikian, kehadiran situs berdomain go.id tersebut dianggap telah memulai era baru berpolitik dan menjadi ikon baru e-Government.

Paper ini akan mengevaluasi perkembangan e-Parlemen, terutama untuk fungsi-fungsi keterwakilan dalam legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Paper ini mengambil posisi bahwa rakyat dan parlemen berada sama dalam titik awal dan niscaya akan bertemu dalam titik akhir. Apa-apa yang diaspirasikan rakyat melalui e-Parlemen akan dibicarakan dalam parlemen. Representasi kebanyakan suara rakyat (solus populi) akan berubah menjadi supremasi kepentingan publik, yang selanjutnya memperoleh justifikasi dengan basis moral secara hukum sebagai suprema lex.

Selengkapnya klik Makalah_Politik Representasi_Imam Samroni

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

2 responses to “e-Parlemen DIY: Yang Mewakili dan Diwakili Dalam Dunia Maya

  • Goutama Bachtiar

    Kajian dalam paper ini bagi saya menarik sekali.

    E-government yang sudah digadang sejak tahun 2000, sebagian fungsinya sebagai “new media” untuk transparansi dan akuntabilitas publik, suka tidak suka, langsung tidak langsung, sudah diambil alih oleh media sosial dan jejaring sosial secara khusus.

    Thanks for sharing!

    Suka

  • imam samroni

    lema “sudah diambil alih oleh media sosial dan jejaring sosial secara khusus” sangat menarik kita diskusikan, mas Goutama Bachtiar. Dilihat fungsinya saya sepakat. Sejumlah laman pemerintahan juga sudah memanfaatkannya. Tetapi saya masih mengambil sudut pandang dari e-government, saya anggap sudah mempunyai ontologi. Konsekuensinya jauh sekali. Terimakasih sudah mau berbagi, salam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: