Keset Kaki, Waktu yang Diluangkan, dan Penanda Sugiono

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keset kaki terbuat dari sabut kelapa dan sebagainya untuk membersihkan kaki. Menurut Pak Sugiono, keset kaki adalah hasilan produksi tangan dari waktu yang bisa diluangkan.

Bagi penjual kain perca di Keden, Kecamatan Pedan, Pak Sugiono adalah pembeli rutin kain perca untuk bahan produksi keset kaki. Bagi pengepul di Jambu Kidul, Kecamatan Ceper, Pak Sugiono merupakan perajin dan sekaligus pemasok keset kaki. Bagi Pemerintah Kabupaten Klaten, Pak Sugiono yang bertempat tinggal di RT 12 RW VI, Kedon, Palar, Kecamatan Trucuk, adalah “titik” yang menambah angka prosentasi (nol koma nol-nol sekian) Industri Kreatif Rumah Tangga yang turut menandakan Klaten.

Sudah setahunan, Pak Gi’ bersama isteri memproduksi keset kaki di rumahnya di Kedon atau lazim disebut Tri-Dukuh. Dengan kapasitas 20 keset kaki per hari dengan jam kerja yang “normal”.

keset1

“Saya memproduksi keset kaki sebagai sambilan. Ya memotong, ya menganyamnya. Sesekali sampai pukul delapan atau sembilan malam. Tapi ya itu, sebagai sambilan,” kata Pak Gi’ saat ditemui Kabar Palar di rumah Pak Surono, Dukuh Daleman. Iya, Pak Gi’ adalah tukang batu yang tengah merenovasi rumah Pak Surono.

“Karena bersifat sambilan, ya susah menghitungnya. Yang jelas, saya berbelanja bahan di Keden dan secara rutin pembeli dari Jambu Kidul mengambilnya di rumah,” lanjut Pak Gi’.

Dan sebagaimana rantai panjang produksi, Pak Gi’ tidak mengetahui darimana asal kain perca yang dijual di Keden dan dijual kemana hasil produksi keset kakinya oleh penjual dari Jambu Kidul. Di dalam rantai produksi keset kaki, sebagaimana logika industri massal, identitas kriya tangan Pak Gi’ dan Klaten belum tertandakan.

Di sinilah berlangsung ketergelinciran logika “Industri Kreatif Rumah Tangga” jika dipandang dengan sudut pandang “brand” sebagai principium identitae. Produksi keset kaki masih berlangsung dengan sentuhan tangan langsung dari Pak Gi’ dan dijual secara kodian minus identitas yang membikinnya. Pada saat yang sama, gebyar pelatihan “brand” untuk meningkatkan harga-jual produk semakin menghiasi pariwara media di Indonesia. Ketergelinciran lebih disebabkan belum optimalnya instansi pemerintah dan para pihak untuk mengangkat identitas ke-Klaten-an yang hadir dan menanda di dalam setiap produk. Bagi pelayan Klaten, sudah saatnya kinerja pemerintahan daerah lebih berjawab dengan “city brand” yang didengungkan Kemendagri: Panggilan bagi setiap daerah untuk mengidentifikasi setiap potensi kewilayahan serta merumuskan arah pembangunan ekonomi dan mengerjakannya.

Dalam kasus ini, apa yang dikatakan Pak Sugiono tentang “sambilan” adalah waktu yang diluangkan. Dinyatakan secara berbeda, sejumlah Industri (Kreatif) Rumah Tangga di Klaten hanya dikerjakan saat warga-yang-buruh-tani tidak lagi bertani sehingga bersifat temporer. Senyatanya, keset kaki produksi Pak Sugiono bisa dikerjakan saat Pak Sugiono bisa meluangkan waktu setelah seharian berprofesi sebagai tukang batu. Konsekuensi lebih jauh, nomenklatur “Industri Rumah Tangga” berbasis keset kaki tak akan tercantum dalam penerimaan APBD Kabupaten Klaten sebab angkanya nol koma nol-nol persen dan dianggap terlalu kecil oleh Tim Anggaran Eksekutif. Kondisi ini membenarkan bahwa meskipun letak geografis dan administrasi Klaten terletak di antara Solo dan Jogja, Klaten hanyalah “locus” produksi minus margin keuntungan dari pemasaran.

Jadi Puan dan Tuan, jika berkebutuhan keset kaki, sila pesan langsung ke Pak Sugiono di RT 12 RW VI, Kedon, Palar, Trucuk, Klaten. Jika Puan dan Tuan berkenan, berbagilah ilmu mem-branding produk yang bernama keset kaki bikinan Pak Sugiono. Wakaf ilmu dari Puan dan Tuanlah yang menjadi penanda Pak Sugiono sekeluarga dan petanda Desa Palar. Tabik.

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: