Black Burger Tinta Cumi Eko Takariawan: Mengglokalkan Gabusan

Musik: Gendhing Bandilori Minggah Ladrang Eling-Eling Kasmaran (Gamelan Nyai Saraswati)

Dalam tilikan Ulrich Beck (2000), globalisasi adalah proses saling-terhubung dan tergantung yang pelik, apalagi dengan sediaan pulsa Internet. Globalitas adalah perkara praktik, kesadaran, dan lembaga yang telah memblusuk di seantero tempat dan merubah selera manusia. “Yang-global” ini juga meng-ada-kan, menghadirkan, dan membentuk “yang-lokal”. Pertemuan “yang global” dengan “yang-dilokalkan” inilah yang memajukan kosakata “glokalisasi,” meminjam Roland Robetsonn (1997) dan dikuliahkan George Ritzer (2003).

Glokalisasi merujuk pada lema “dochakuka,” yang dalam pengalaman Jepang adalah teknik bertani yang dipadukan dengan keadaan setempat. Dengan demikian, glokalitas adalah merayakan keragaman dunia sebab “yang-dilokalkan” menafsirkan “yang-global”. Glokalis adalah pribadi dan kelompok yang berdaya untuk menyesuaikan diri, berijtihad, dan bersiyasah di dalam dunia yang pelik.

Pemerian di atas tentu terlalu berseronok untuk menyulang apa yang sudah diikhtiarkan oleh Eko Takariawan, warga Sewon, Bantul. Jamak tahu, linimasa sejarah burger dimulai dari daging cincang mentah dengan perasan jeruk sebagai penganan khas bangsa pengelana Tartar. Kelezatan penganan ini dibawa para pelaut Hamburg, Jerman, dan disesuaikan dengan selera Hamburger (warga Hamburg). Sebagian Hamburger ini ada yang berpindah ke Amerika Serikat. Di benua baru ini, imigran Hamburger menyesuaikan citarasa penganan jalanan daging cincang dan mampu memikat pasar. Penganan Hamburger ini, lazim diringkas menjadi “burger,” karena berpotensi besar menghasilkan margin keuntungan, selanjutnya dijual dan disebarkan ke seantero dunia oleh resto cepat laris McDonalds, Burger King, A&W, dan Wendy’s; termasuk di Indonesia, juga di Bantul. Secara rantah, burger adalah efek dari gerak globalisasi sebab burger bukanlah penganan aseli Bantul. Tetapi, burger sebagai wakil “yang-global” telah dipertemukan dengan limbah tinta dan daging cumi sebagai wakil “yang-dilokalkan” menjadi Black Burger Tinta Cumi oleh Eko Takariawan. Walhasil, burger hitam tinta cumi adalah olah proses kreatif. Tinta cumi yang semula tak termanfaatkan di sejumlah resto di Bantul (yang-dilokalkan) merupakan penyedap rasa alami yang menjadi nilai-lebih burger (yang-global) dan mempunyai nilai-tambah sebab mengandung Omega-3.

Perantahan tulisan ini tentu tak elok jika Puan dan Tuan tak mengasupnya sendiri. Black Burger Tinta Cumi Eko Takariawan adalah pengalaman merasakan lembut dan lezatnya roti bundar berwarna hitam saat digigit, dengan gurihnya daging ikan tuna di sela irisannya saat tersentuh lidah, dengan kandungan Omega-3 nan bergizi di peredaran darah, dan secara syar’i telah ditetapkan kehalalannya oleh majlis ‘ulama. Eko Takariawan juga telah menyolekkan rupa bungkus pengemasnya dengan kertas yang ramah lingkungan sehingga sedap sebagai buah tangan atau untuk mengkrabkan bincang-bincang.

Dan di Pasar Seni Gabusan, di Jalan Parangtritis Km. 9,5 Timbulharjo, Sewon, Bantul, saban sore sampai malam, Puan dan Tuan bisa membeli Black Burger Tinta Cumi yang diracik dengan rasa hati oleh keluarga Eko Takariawan. Sila mengalami hasil olah glokalis Eko Takariawan, sambil membincang Beck, Robetsonn, Ritzer, kang Abdul Halim Muslih yang Wakil Bupati Bantul, atau rancangan full day school misalnya di Gabusan. Tabik dari mBantul.

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: