Ruwatan


Saya lebih mengenal dan melakukan perawatan berkala terhadap laptop beserta asesorisnya, istilahnya “digital detox,” baik terhadap piranti lunak ataupun perangkat kerasnya. Perawatan itu untuk menjamin kinerja laptop: Untuk ngetik, ngimel, ndesain, dan menjadi penghubung (Istilah Raine adalah “homo connectus,” 2007).

Lewat mas Hartomo Munandar, ada tradisi panjang untuk merawat riwayat manusia. Salah satunya adalah dengan “ruwatan”. Merujuk KBBI, “meruwat” berasal dari lema “ruwat” yaitu (1) pulih kembali sebagaimana keadaan semula; (2) terlepas (bebas) dari nasib buruk yang akan menimpa. Cara untuk melakukan “ruwat” juga beragam, salah satu di antaranya adalah apa yang sudah dilakukan Mas Hartomo Munandar sekeluarga pada Sabtu Pon, 31 Otober 2015 yang lalu. Saat itu, saya tidak bisa bergabung pada prosesi ruwatan tersebut.

Ada hal yang subtil dengan pengertian ruwatan tentang “yang akan menimpa” atau sesuatu yang akan terjadi. Jika “prediksi” lebih mengenali fakta keteraturan sehingga bisa mengenali pola perulangannya, meruwat lebih pas jika dilekatkan pada “antisipasi”. Prediksi lebih mengacu pada kausalitas atau hukum sebab akibat dengan logika ponen “Jika A maka B”. Jika hari hujan, maka saya menyiapkan jas hujan, sebab saya bermotor roda dua; dan contoh yang lain. Senyatanya, aplikasi komputer meujuk pada nalar ini. Ketika lingkungan berubah, sebagaimana hukum semesta, nalar prediksi akan kerepotan menjelaskan, sehingga lebih pas jika digeser ke nalar antisipasi.

Antisipasi beranjak dari pola keteraturan yang terulang dan berulang (algoritma) dan bagaimana keputusan diambil. Jika selama lima tahun terakhir pola cuaca sudah berubah beserta dampak gagal panen di Indonesia, bagaimana keputusan diambil di tingkat nasional. Jika setiap tahun kejadian hutan terbakar atau dibakar sudah menjadi agenda regional ASEAN, bagaimana keputusan strategis bisa memutus nasib buruk yang akan menimpa warga bangsa. Antisipasi adalah ihwal fikih siyasah untuk mengenali algoritma justru untuk menjaga kemanusiaan dengan teori sistem kompleks yang terhubung secara global. Dan di dalam tilikan inilah, ruwatan adalah tindakan antisipatif.

Di dalam satuan keluarga, mas Hangno Hartono Munandar sekeluarga sudah melakukan tindakan ruwatan, dengan Dalang Purwosejati Mas KRT Manu J. Widyaseputra, pengajar FIB UGM. Jamak tahu, bermula dari ketahanan keluarga beserta keputusan yang diambil itu akan mewarna sebagian sejarah negeri ini, termasuk keluarga Mas Hangno Hartono Munandar. Di dalam nalar siber, dengan demikian, ruwatan adalah sebentuk kata kunci (password) untuk memasuki, mengenali, dan mengantisipasi algoritma perubahan sehingga keputusan dapat diputuskan. Ah, saya menjadi teringat belum memutakhirkan Smadav 2016 dan Glary Utilities 3 untuk meruwat laptop je.

 

Postcriptum:

Ruwatan
Base on Ruwatan Hartono Munandar’s Family
Hartono Munandar, Siandhajani (Tan Giok Sian), Tannayu Hangno, Tannala Hangno

Sabtu Pon, October 31 2015
Lempuyangan, Yogyakarta
Pantai Depok, Bantul

Dalang Purwosejati: KRT Manu J. Widyaseputra, M.A.
Balekambang Ngambarrukmo @2015
http:// balekambangambarukmo.blogspot.com

Board of Trustee: Manu J. Widyaseputra, Hartono Munandar,
Imam Samroni, Agus Sulistijono, M. Agung Ariadi

Photographer: M.Agung Ariadi
Editor: Imam Samroni
2015

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: