Rites de Jogja


Rites de Jogja
Draft Final Riset Mandiri untuk Novel
Yogyakarta, 2017

 

Suasana Jogja pertengahan 1990-an. Sebuah rumah di Jogja utara, di tepi sungai, dengan pekarangan yang masih cukup luas. Berkamar enam, dihuni warga kosan, mahasiswa, dengan latar belakang yang beragam. Masing-masing ruang menyiratkan batas-batas yang tidak selalu transparan bagi sejumlah penghuni, meskipun menegaskan fungsi kebersamaan untuk menyatakan proses-menjadi. Ruang kamar merupakan psychological area, yang diimbangi dengan ruang tengah yang berfungsi banyak. Di samping itu terdapat teras depan, teras samping yang menghadap sungai yang difungsikan untuk tempat parkir, musala yang sekaligus menjadi ruang publik, padasan, dapur, dan kamar mandi.

Sebuah pondokan dengan bangunan lama yang kokoh, dengan tampilan ruang interior yang sederhana. Perbincangan-perbincangan warga kos merupakan proses-menjadi untuk memahami kedirian, keindonesiaan, dan orde sosial yang kosmopolitan. Keragaman latar belakang warga merupakan modal untuk membangun logika perkembangan komunikasi, dengan tradisi perbincangan yang berlanggam Jogja.

Iklan

About imam samroni

Silakan Tuan dan Puan berkenan kontak ke email daripada saya, yakni : imamsamroni@ymail.com atawa imamsamroni@gmail.com. Jika Tuan dan Puan hendak bersilaturahmi, sudilah kiranya berkirim kabar lewat email pula. Lihat semua pos milik imam samroni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: